Truth Daily Enlightenment

Ukuran Kemenangan


Listen Later

Hanya orang yang sampai pada taraf kehidupan menurut roh yang dapat dikategorikan sebagai pemenang. Menang di sini artinya dapat keluar dari kehidupan menurut daging, kemudian hidup menurut roh. Hal ini berarti dipenuhinya pengesahan sebagai anak Allah (Yoh. 1:12-13). Inilah sesungguhnya perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Dengan demikian perlombaan yang diwajibkan bagi orang percaya sesungguhnya adalah pergumulan untuk menjadi anak-anak Allah yang sah dengan hidup menurut roh. Itulah sebabnya Bapa mendidik orang percaya agar orang percaya menjadi anak-anak Allah yang mengambil bagian dalam kekudusan-Nya. Sebagaimana bapak di dunia ini mendidik anak-anaknya, demikian pula Bapa di surga mendidik orang percaya. Pendidikan terhadap setiap orang percaya adalah hal yang mutlak dialami. Jika seseorang tidak mengalami pendidikan ini, maka ia bukanlah anak yang sah.
Orang percaya harus menerima kenyataan panggilan ini, bahwa sepanjang umur hidupnya hanyalah sebuah proses pendidikan dipimpin oleh Roh untuk melahirkan roh yang dapat diturutinya. Begitu sulitnya perjuangan untuk menjadi anak-anak Allah ini, maka seseorang harus melepaskan diri dari segala kesenangan dan kenyamanan hidup seperti yang dinikmati oleh orang-orang yang tidak menjadi umat pilihan. Kalau seseorang sudah menganggap ada sesuatu yang dinilai berharga, maka ia tidak akan bertumbuh menjadi anak-anak Allah. Masalahnya adalah bagaimana bisa menjadikan segala sesuatu menjadi tidak berharga? Tidak ada cara lain selain memahami dan menghayati kemuliaan sebagai anak-anak Allah, bahwa menjadi anak-anak Allah itu hal yang paling mulia. Itulah sebabnya Paulus mengatakan bahwa orang percaya lebih dari orang-orang yang menang. Menang dalam teks aslinya adalah hupernikao (ὑπερνικάω), yang artinya menaklukkan.
Orang-orang Roma berhasil menaklukkan bangsa lain. Mereka orang-orang yang berjaya secara politis, sebaliknya orang Kristen pada waktu itu sebagai orang-orang yang kalah dalam versi manusia. Tetapi Paulus mengatakan bahwa orang percaya lebih dari orang-orang Roma, sebab orang percaya adalah anak-anak Allah yang dapat menaklukkan keinginan daging sehingga hidup menurut roh. Orang-orang yang berhasil menaklukkan dagingnya ini adalah orang-orang yang akan mewarisi kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Oleh sebab itu orang percaya harus menerima kalau mereka seakan-akan menjadi orang yang kalah. Di dunia ini orang percaya seperti orang kalah, tetapi mereka menjadi orang-orang yang menang di kekekalan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menulis surat-Nya kepada tujuh jemaat yang ditulis dalam kitab Wahyu agar orang percaya menjadi orang-orang yang menang. Bukan menang secara politik, ekonomi, penampilan dan lain sebagainya, tetapi menang dalam ketaatan kepada Bapa. Orang yang memahami hal ini sulit menjadi sombong atau bangga atas sesuatu yang dimilikinya, selain bermegah di dalam salib atau penderitaan dalam Kristus.
Dalam salib ada perjuangan untuk disahkan sebagai anak-anak Allah. Dalam hal ini kita mengerti mengapa Paulus tidak bermegah dalam hal apa pun selain dalam salib Tuhan. Kepada jemaat Korintus, Paulus bermegah dalam kelemahan. Kata kelemahan di sini maksudnya sesuatu yang dianggap rendah dan tidak bernilai bagi dunia, tetapi di dalam Tuhan justru itu menjadi nilai lebih. Kemegahannya adalah dalam penjara, didera di luar batas, dalam bahaya maut, disesah, dilempari batu, mengalami kapal karam, diancam bahaya banjir, bahaya penyamun, bahaya di kota dan di gurun, serangan saudara-saudara palsu dan lain sebagainya. Setelah melewati semua itu, Paulus lulus sebagai anak-anak Allah. Sebab untuk dimuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus sebagai anak-anak Allah, kita harus menderita bersama-sama dengan Kristus. Menderita bersama-sama dengan Kristus artinya menderita bagi kepentingan pekerjaan Tuhan; menderita seperti Dia telah menderita. Dalam hal ini ciri dari seorang yang sah sebagai anak-anak Allah adalah memikul salib,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings