
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam rangka peringatan 100 tahun sejak kemerdekaannya, Indonesia memiliki tujuan untuk menjadi negara maju sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045. Hal ini berarti dalam 20 tahun ke depan, negara kita diharapkan telah mencapai pendapatan per kapita antara USD 23.000-30.000. Belajar dari negara maju lainnya seperti Jepang, Korea Selatan dan Cina, Indonesia perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menyediakan infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan inovasi yang memadai untuk mendorong keberhasilan transformasi Indonesia.
Dr. Iwan Syahril, Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menjelaskan bahwa literasi menjadi salah satu fokus utama dari Program Merdeka Belajar tahun 2019. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan berbagai cara, termasuk perbaikan kurikulum, peningkatan kualitas siswa dan tenaga pengajar, serta bantuan pendidikan. Hal ini juga berkaitan dengan upaya meningkatkan literasi sebagai kompetensi dasar yang harus dikembangkan melalui berbagai mata pelajaran.
Stunting merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh banyak anak di Indonesia, namun tak banyak yang menyadarinya. Padahal, beragam upaya serta kolaborasi telah dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah serta mengatasi stunting di Indonesia.
Sekolah merupakan salah satu pilar utama dalam membangun generasi-generasi muda Indonesia yang cerdas dan berkarakter. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, tantangan yang dihadapi begitu beragam, salah satunya terlihat dari studi PISA di tahun 2018 menunjukkan bahwa kompetensi siswa Indonesia masih banyak yang di bawah minimum.
100 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 2045, Indonesia akan memasuki usia emas, di mana bangsa kita ditargetkan sudah menjadi negara maju dan sejajar dengan negara adidaya. Dalam mencapai target tersebut, dibutuhkan banyak reformasi dan transformasi dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam hal birokrasi yang melibatkan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang melakukan tugas-tugas pemerintahan di instansi pemerintah.
Berdasarkan penelitian, guru memiliki pengaruh sangat besar terhadap pencapaian siswa. Karena itu, dibutuhkan banyak guru berkualitas untuk memajukan sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini tidak dapat dilakukan sendirian oleh Kementerian Pendidikan; kerja sama dengan berbagai pihak amat dibutuhkan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, swasta dan filantropi, hingga generasi muda yang perlu meningkatkan kompetensi diri dan minat untuk menjadi guru.
Dalam episode Unlocking Potential ini, Margaretha Ari Widowati, Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, berbincang dengan Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Keduanya membahas tentang usaha Kemdikbudristek dalam memenuhi kebutuhan guru yang berkualitas di Indonesia.
#TanotoFoundation #ProgramPINTAR #ProgramTELADAN #Guru #YukJadiGuru #PPGPrajabatan #Kemdikbudristek #DirjenGTK
Presiden Jokowi optimis bahwa perayaan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2024 akan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara sebagai ibu kota Indonesia yang baru. Hal ini disertakan juga dengan perpindahan 100.000 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah direncanakan oleh Badan Kepegawaian Negara untuk mewujudkan IKN sebagai sebuah smart city.
Dalam episode Unlocking Potential kali ini, Michael Susanto, Head of Leadership and Development Tanoto Foundation berbincang dengan Drs. Haryomo Dwi Putranto, M. Hum., (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Negara. Keduanya membahas tentang kompetensi dan potensi ASN apa saja yang diperlukan dalam membangun Ibu Kota Negara Nusantara.
Yuk, simak selengkapnya disini!
#TanotoFoundation #ProgramTELADAN #LDS #ASN #IKN #BKN #PNS
Sepenting apa riset medis bagi pemulihan dunia pasca pandemi? Lantas, apakah relevan bagi warga Asia untuk mengandalkan riset medis yang dilakukan negara-negara Barat? Simak jawabannya dalam episode terbaru Unlocking Potential: Penelitian Medis, Pendidikan, dan Filantropi bersama Profesor Chong Yap Seng, Dekan Fakultas Kedokteran Yong Loo Lin di Universitas Nasional Singapura (NUS) dan CEO Global Tanoto Foundation Dr. J. Satrijo Tanudjojo. Β #TanotoFoundation #UnlockingPotential #RisetMedis #Pendidikan #Filantropi #Penelitia
Bagaimana nilai-nilai baru ASN BerAKHLAK dapat membantu ASN Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan dan mendongkrak posisi Indonesia dalam Government Effectiveness Index?
Cari tahu jawabannya dalam episode baru ππ§π₯π¨ππ€π’π§π ππ¨πππ§ππ’ππ₯: πππ πππ«ππππππ bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.si dan CEO Global Tanoto Foundation Dr. J. Satrijo Tanudjojo.
#ASNBerAKHLAK #AparaturSipilNegara #BanggaMelayaniBangsa #ASNBanggaMelayaniBangsa #ASNUnggul #ASNUnggulIndonesiaMaju #LANUntukNegeri #MakartiBhaktiNagari #UnlockingPotential #TanotoFoundation
Stunting menjadi salah satu masalah yang diperhatikan oleh pemerintah. Sebagian besar masyarakat belum memahami stunting. Lebih dari sekadar terhambatnya tumbuh kembang anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otaknya yang mana akan sangat memengaruhi produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.
CEO Global Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo bersama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H. C.) dr. Hasto Wardoyo SpOG (K) membahas melalui Unlocking Potential dengan tema: Peran Keluarga Dalam Pencegahan Stunting di Indonesia di akun YouTube Tanoto Foundation.
#TanotoFoundation #UnlockingPotential #BKKBN #CegahStunting #Stunting #StuntingPrevention #AnakUsiaDini #BahayaStunting #ParentingIndonesia #TipsParenting #KesehatanAna
From the publisher's feed