Selama pandemi ini, kesenjangan sosial di Indonesia semakin terlihat kontras. Apalagi di era "new normal" ini. Masyarakat pun seolah terbagi menjadi dua kubu; kaum privilege (yang tidak setuju akan new normal dan merasa fine-fine aja diem di rumah untuk waktu yang lama), dan kaum non-privilege (yang setuju dibuka kembali aktivitas perekonomian seperti biasa namun dengan protokol kesehatan).
Selain itu, disini aku juga bercerita mengenai privilege yang dimiliki oleh orang-orang sekitarku, dan apa pengaruhnya dalam hidupku. Karena aku adalah orang yang sangat keras menyuarakan ketidak adilan sosial yang diakibatkan oleh faktor hak istimewa atau privilege ini. Istilahnya orang yang punya privilege ini selangkah, dua langkah, lebih mudah untuk mencapai apa yang dia inginkan hanya karna ia punya hak-hak istimewa tertentu. Dan aku melihatnya sebagai ketidak adilan, sehingga aku yg posisinya tidak seberuntung mereka harus work harder, untuk berada di posisi yang sama.