Voice of America | Bahasa Indonesia

Voice of America | Bahasa Indonesia

By VOANews
Download on the App Store

Voice of America | Bahasa Indonesia episodes

  • VOA Direct Connection - Juli 09, 2016
    VOA DC adalah siaran kontemporer khusus untuk generasi muda yang berjiwa aktif dan dinamis. VOA DC menampilkan sekilas berita nasional, berbagai jenis musik terbaru Billboard Hot 100 mulai dari alternatif, R and B/rap dan hip-hop, house, euro-techno, soul, acid/jazz, bahkan sampai bubble gum pop. VOA DC juga menampilkan berbagai informasi dari dunia hiburan mancanegara, seperti kilasan film layar lebar terbaru, ulang tahun para artis, resensi album terbaru, gosip selebritis, juga info teknologi terbaru, tips-tips seputar kesehatan, pergaulan remaja, dan opini dalam Free Your Mind.
    1 hr
  • Music - Fergie Empower Women - Juli 08, 2016
    Fergie baru-baru ini merilis single baru yang ditujukan untuk memberdayakan perempuan. Sejumlah pesohor dilibatkan dalam pembuatan video klip lagu itu.
    Fergie mengatakan, konsep pembuatan single terbarunya, “ M.I.L.F.$” memakan waktu selama tiga tahun dan ia berharap lagunya itu dapat memberi inspirasi dan memberdayakan para ibu untuk memberi keseimbangan antara pengasuhan anak, kehidupan karir dan waktu untuk diri sendiri atau “me time”.
    Video klip lagu itu juga menjadi perbincangan hangat di media sosial dan ditonton sebanyak 20 juta kali di situs YouTube sejak dirilis Jumat awal Juli lalu. Videoklip itu menyebabkan sensasi karena menampilkan sejumlah ibu yang juga pesohor terkenal di antaranya Kim Kardashian, dan Chrissy Teigen.
    Dalam wawancaranya bersama AP lewat telepon, Fergie mengatakan, lagu ini tentu saja mendukung para ibu untuk mendapat kesenangan, baik sebagai seorang ibu maupun mereka yang yang memiliki karir. Tidak ada yang salah tentang hal tersebut. Masyarakat seringkali berupaya untuk menyarankan para ibu tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
    “The Dutchess” adalah album solo terakhir milik Fergie dirilis pada tahun 2006. Setelah itu ia melakukan dua album bersama the Black Eye Peas. Sedangkan lagu “M.I.L.F” yang merupakan singkatan dari “moms I’d like to follow’ akan muncul dalam album solo kedua Fergie yang akan dirilis tahun ini.
    Penyanyi peraih Penghargaan Grammy berusia 41 tahun ini menikah dengan aktor Josh Duhamel. Mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Axl Jack yang lahir pada tahun 2013.
    3 min
  • Puppet Theater - Juli 08, 2016
    Teater boneka puppet dahulu banyak dijumpai di Amerika, namun kini hanya 40 teater yang masih bertahan. Di West Virginia hanya terdapat satu teater boneka, yaitu the Wonderment Puppet Theater. Joe Santoro, pemilik teater itu mengatakan, ia dilahirkan untuk menjadi seorang dalang boneka puppet. Pada akhir pekan, ia membuat penontonnya tertawa dengan pertunjukan bonekanya yang menarik hati. Selengkapnya, ikuti Lea Johannes dalam segmen Amerika Kini.
    TEXT
    Joe Santoro melakukan hal yang paling disukai dalam hidupnya yaitu menulis naskah dan mengadakan pertunjukan boneka bagi orang muda dan yang berjiwa muda. Ia menulis cerita-cerita yang menggabungkan kisah tradisional dengan idenya yang penuh imajinasi, seperti The Frog Prince.
    ACT JOE
    Saya mencoba menempatkan diri saya pada posisi mereka. Saya ingin dihibur. Saya ingin melihat sesuatu yang berbeda, dan hanyut dalam fantasi.
    END ACT
    Santoro dibesarkan di kota New York. Ia masih ingat pertunjukan boneka sangat populer sewaktu ia kecil. Santoro mengatakan, anak-anak masa sekarang juga menyukainya.
    ACT JOE SANTORO
    Mereka menyukai hal-hal yang aneh, lucu dan juga karakternya.
    End ACT
    Sebagai seorang guru seni di sekolah dasar, Santoro menggunakan boneka untuk mengajarkan anak-anak yang memerlukan kebutuhan khusus. Ia juga sering melakukan pertunjukan boneka di pesta-pesta dan acara lainnya.
    Beberapa tahun lalu, ia dan istrinya membeli sebuah rumah abad 19 di kota kecil Martinsburg di West Virginia, untuk mendirikan The Wonderment Puppet Theater, yang merupakan satu-satu teater boneka di tempat tersebut. Kebanyakan penontonnya datang dari kota-kota besar yang terletak beberapa jam dari kota tersebut.
    Sebelum memulai pertunjukan, Santoro melakukan pemanasan dahulu dengan kedua tangannya. Saat pertunjukan, kedua tangannya sibuk menggerak-gerakan boneka puppet hingga mengganti lampu sorot. Suara boneka itu merupakan hasil rekaman.
    Usai pertunjukan, seorang anak laki-laki mengatakan, ia terpesona dengan karakter si katak, apalagi setelah katak itu jatuh tertidur dan mendengkur.
    NATS Boy- “He sounded like a big giant scaring everybody”.
    Ibu anak laki-laki itu menikmati pertunjukan boneka puppet yang ditonton untuk pertama kalinya. Ia mengatakan,
    ACT MOTHER
    Ini tidak ada hubungannya dengan layar atau TV, atau komputer. Jadi ini menyenangkan sekaligus memicu daya imajinasi Anda.
    END ACT
    Orang tua lain juga berpendapat serupa.
    ACT CASEY OVERBY- MOTHER
    It’s so cute and really sparks our imagination
    OLIVER OVERBY
    I had fun
    Santoro membuat boneka-boneka dan atributnya dari bahan-bahan yang murah. Ia bahkan menggunakan sarung tangan untuk membuat boneka.
    ACT JOE SANTORO
    I see two eye balls on there, and I see a nose and mouth, and I can see a bunch of dancing.
    END ACT
    Santoro menganggap dirinya sebagai remaja yang menikmati imajinasi dan senang bermain-main.
    ACT JOE SANTORO
    Setiap kali saya kembali ke teater itu rasanya seperti ada pertunjukan baru. Saya sangat menyukainya setiap saat.
    END ACT
    Terlepas dari sepi atau ramainya penonton, bagi Santoro dan boneka-boneka, pertunjukan itu harus tetap berjalan.
    Sekian Amerika Kini, saya Lea Johannes dari studio VOA di Washington DC.
    4 min
  • A Powerful Lesson about Bullying through Apples - Juli 08, 2016
    Ingin mengajarkan anak tentang dampak bullying? Mungkin Anda bisa mengikuti cara yang yang dilakukan Rosie Dutton, seorang guru di Relax Kids Tamworth di Inggris. Ia mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa dampak bullying tidak selalu tampak dari luar.
    Ia menggunakan dua buah apel untuk memperlihatkan bagaimana kata-kata dapat menyakiti orang lain.
    Dutton, yang telah bekerja selama 15 tahun bersama anak-anak berusia empat hingga sembilan tahun juga memberi saran kepada mereka, bagaimana mengatasi stress dan kecemasan.
    Dalam tulisannya, Dutton mengunakan dua apel yang sama besar untuk menggambarkan bagaimana keduanya tampak sama dari luar namun berbeda di bagian dalamnya.
    Dutton menjatuhkan salah satu apel itu ke lantai berulang kali tanpa sepengetahuan anak-anak, lalu menunjukan kedua apel yang dari luar tampak sama kepada anak-anak.
    Ia mengatakan hal-hal yang bagus tentang apel yang belum jatuh dan hal-hal yang negatif tentang apel yang sudah jatuh berkali-kali. Setelah itu ia membelah kedua apel tersebut. Bagian dalam apel yang sudah jatuh tampak kecoklatan dan memar sedangkan bagian dalam apel satunya lagi masih tampak mulus.
    Kepada anak-anak, ia menjelaskan bahwa bagian dalam apel yang memar dan kecoklatan karena jatuh berkali-kali itu sama halnya yang terjadi di dalam diri kita jika orang lain melecehkan kita lewat perkataan atau tindakan.
    Ia mengatakan, saat seseorang mengalami pelecehan, terutama anak-anak, mereka merasa sedih di dalam hati dan kadang-kadang tidak memberi tahu orang lain. Jika kita tidak membelah apel tersebut, kita tidak akan pernah tahu seberapa besar kepedihan tersebut.
    Dutton juga mengungkapkan kepada anak-anak tentang pengalaman ketika orang lain memperlakukannya dengan buruk. Di dalam hati ia merasa sedih namun tetap tersenyum. Ia menambahkan, lidah tidak bertulang, namun cukup kuat membuat patah hati, jadi berhati-hatilah dengan kata-kata Anda.
    Sekian Aneka Info kali ini bersama saya Lea Johannes dari VOA di Washington DC.
    3 min
  • Siaran Petang - Juli 08, 2016
    Selain padat dengan informasi, program ini sepanjang minggu menyuguhkan acara yang bernuansa interaktif dan penuh hiburan. Program-program kami menyajikan laporan yang menarik bagi semua kelompok pendengar, baik muda maupun lanjut usia. Kami menyajikan berbagai liputan termasuk mengenai politik, ekonomi, pendidikan, sains dan teknologi, Islam dan seputar Amerika. Ada pula acara musik lewat suguhan Top Hits, music jazz dan country.
    1 hr

About Voice of America | Bahasa Indonesia

From the publisher's feed

Voice of America (VOA) adalah jasa penyiaran multimedia internasional dari AS yang mengantarkan berita dan information dalam lebih dari 40 bahasa. VOA menyiarkan 1.500 jam berita, informasi, program…