Itulah wajah peradaban Barat yang materialis. Kebijakan para pejabatnya didominasi oleh kecenderungan terhadap materi dan dikuasai oleh nafsu syahwat, mengabaikan nilai-nilai lainnya (kemanusiaan, moral, ketuhanan) yang tentunya kontradiktif dengan tujuan yang hendak dicapai yaitu materi. Pengabaian terhadap informasi berharga berbentuk data, ilmu dan para ilmuwan/ulama adalah wujud penerapan single value dalam negara yaitu material value minded, menjadikan data, ilmu dan para ilmuwan tidak ada nilainya (harganya) daripada prinsip ekonomi yang bersifat untung rugi.