
Sign up to save your podcasts
Or


Kisah tentang harapan cinta yang berujung pada kecemburuan dan kekecewaan karena kenyataan tak sesuai ekspektasi.
Cerpen ini bercerita tentang perjuangan mahasiswa dalam melawan ketidakadilan, kekerasan aparat, dan penindasan oleh penguasa, yang dibalut dengan kisah persahabatan dan perasaan yang tak sempat terungkap antara tokoh aku dan Raka.
Mereka mencoba membungkam satu suara dengan luka. Namun dari luka itu, lahir ribuan keberanian yang tak lagi bisa dipadamkan.
Oleh: Nur Afni
Narator: Muh Yudistira Fahrezi
Ini adalah kisah tentang sebuah ketidaksengajaan, senyuman yang tak sempat dimaknai, dan harapan agar semesta kelak mempertemukan dua insan di waktu yang tepat.
Oleh: Muh Yudistira Fahrezi
Narator: St. Mardiah Rezky Andini
Janji 19 juta lapangan pekerjaan yang menjelma menjadi PHK massal dimana-mana, makan bergizi yang berakhir dengan keracunan, kita hidup bersama perampok yang menyamar jadi pemimpin.
Oleh: Zahra Awalia (Magang)
Narator: Nurfadia
Kala jiwa tak mampu membendung getir kehidupan. Kadang yang dibutuhkan bukanlah solusi, melainkan sedikit kedamaian yang mampu memeluk kita.
Oleh: Muh. Yudhistira Fahrezi (Magang)
Narator: Nurfadia
Puisi ini menceritakan tentang kekeguman seorang lelaki pada sosok wanita yang memiliki keberanian dan ketegasan, namun juga bingung tentang cinta. Puisi ini menggambarkan bagaimana kecantikan wanita itu tidak hanya terletak pada fisiknya, tetapi juga pada keberaniannya untuk menjadi dirinya sendiri dengan mengakui ketidaktahuannya tentang makna cinta.
Ditulis oleh Amerta
Dibacakan oleh Risaldi Anggara (Magang)
Sebuah puisi tentang keresahan sosial, ketidakadilan, cinta, dan kebebasan pribadi. Puisi ini memadukan suara perlawanan dan kelembutan, menggambarkan pergulatan batin antara harapan, kemarahan, dan kasih sayang di tengah realita yang berantakan.
Ditulis oleh Rahmat Rizki, dibaca oleh Risaldi Anggara (magang)
Haruskah aku kembali diam Tuhan? Puan Negara? Perempuan ciptaan Tuhan dengan kutukan mengikutinya terpaksa membungkam, hanya boleh bersuara lewat desahannya. Apakah aku salah atas semua yang telah ditimpakan padaku?
From the publisher's feed