ebuah survei dilakukan oleh Laporcovid19.org menyebut hanya 31% responden menyatakan bersedia menerima vaksin Biofarma-Sinovac yang saat ini tengah menjalani uji klinis fase tiga. Sementara, sebanyak 69% responden menyatakan ragu- ragu hingga tidak bersedia. Survei itu dilakukan bersama peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Magister Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, dan Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT PRB), dan dipaparkan pertengahan Oktober lalu. Dari survei itu juga didapatkan bahwa penerimaan responden terhadap vaksin Merah Putih yang tengah dibuat LBM Eijkman-Biofarma sedikit lebih baik, yakni 44 % bersedia dan 56% responden menyatakan ragu-ragu hingga tidak bersedia menerima. Pengambilan data dilakukan secara online karena memperhitungkan keamanan di masa pandemi, menggunakan aplikasi survei Qualtrics pada 22 September – 3 October 2020. Jumlah responden lebih dari 2.000 dengan usia 18 tahun ke atas. Kita cari tahu soal hal ini bersama dengan Tim Pengembang Vaksin Merah Putih sekaligus Wakil Kepala Lembaga Eijkman Herawati Supolo Sudoyo, dan Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjajarta. Simak juga pernyataan dari Peneliti dan Pengajar pada Fakultas Psikologi UI dan Kolaborator ahli LaporCovid19, Dicky Pelupessy di kanal Youtube Lapor Covid 19 soal hal ini.