Truth Daily Enlightenment

Yesus, Cukup Bagiku


Listen Later

Allah tersanjung jika kita berurusan dengan Dia, karena Dia Pribadi, bukan karena berkat jasmani. Berurusan dengan Allah bukan karena sedang membutuhkan sesuatu yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi karena kita membutuhkan Dia. Itulah yang sering dikatakan sebagai “Tuhan segalanya; You are my everything.” Dengan demikian, seseorang bisa memiliki prinsip “Yesus cukup bagiku.” Dan logikanya, kalau kita percaya Allah itu Bapa yang Mahabesar, memiliki segala kekayaan jagat raya yang tidak terbatas ini, menjadi anak Allah itu sudah cukup. Tidak memerlukan apapun lagi. jika kita merasa masih memerlukan sesuatu yang lain, berarti kita tidak menganggap Dia besar, kita tidak memercayai bahwa Dia kaya dan memiliki segala kemuliaan.
Kalau kita bisa menjadi orang percaya, menjadi utusan Kristus, pelayan Tuhan Yesus, itu cukup. Karena Yesus menjadi Raja di atas segala raja, Raja atas jagat raya ini. Menjadi hulubalang, pelayan Tuhan Yesus, lebih besar dari presiden di dunia ini, bahkan lebih dari presiden suatu negara adikuasa di dunia ini. Jadi, kalau kita mengatakan “Yesus cukup bagiku” dengan sikap yang benar berarti kita menyanjung Allah. Jadi, kalau kita membutuhkan Tuhan Yesus, karena memang hanya Dia satu-satunya yang butuhkan, bukan yang lain—bukan melirik kuasa-Nya, berkat-Nya, atau mukjizat-Nya. Sikap ini baru benar-benar menyanjung Tuhan.
Hendaknya kita tidak berkata “Yesus sungguh baik, Allah sungguh baik” lalu setelah itu berkata: “Tuhan, nyatakan mukjizat-Mu.” Itu sebenarnya kurang patut dan kurang pantas. Sama seperti kalau seorang pria berkata kepada seorang wanita “I love you, I need you” hanya karena melihat wajahnya yang cantik, atau orangtuanya yang kaya, supaya kalau menikah dengan gadis itu, ikut mewarisi harta kekayaan orangtuanya. Itu licik dan jahat, bukan cinta yang murni dan tulus.  Dengan berprinsip “Yesus cukup bagiku,” seseorang tidak akan terikat dengan dunia. Dengan hal ini dia tidak akan memuaskan dagingnya dengan nafsu-nafsu rendahnya. Dengan hal ini berarti pula dia hanya mau menyukakan, menyenangkan hati Allah, dan melayani Tuhan Yesus. Orang yang memiliki prinsip “Yesus cukup bagiku” akan melakukan segala sesuatu bagi Tuhan. Kalau kita mengatakan “Yesus cukup bagiku,” maka hidup kita ditujukan sepenuhnya hanya untuk mengabdi dan melayani Dia.
Faktanya, banyak orang berkata, “Kau segalanya bagiku, Tuhan”, padahal yang mereka butuhkan adalah bagaimana sukses dalam karier, studi, bagaimana meraih dunia ini. Sebenarnya mereka tidak menjadikan Yesus segalanya karena masih ada ruangan dalam hatinya untuk yang lain. Orang-orang seperti ini biasanya memanfaatkan Tuhan, bukan “bagaimana memberi diri untuk dimanfaatkan oleh Tuhan.” Mestinya, kita yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus menjadi milik-Nya, dan hidup kita bermanfaat bagi pekerjaan Tuhan. Bagaimana kita bermanfaat bagi Tuhan, bukan bagaimana memanfaatkan Tuhan. Orang yang masih memanfaatkan Tuhan, kalau dia orang Kristen baru, masih bisa dimaklumi sebab dia belum mengerti. Tetapi ketika anak sudah mulai dewasa, dia harus membalas kebaikan orangtua dan mengabdi kepada orangtua, demikian pula orang percaya. Mestinya kita sampai pada satu tahap dimana kita hidup untuk bermanfaat bagi Tuhan.
Orang yang sungguh-sungguh berprinsip “Yesus cukup bagiku,” bisa menghayati yang dikatakan Paulus, “asal ada makanan dan pakaian, cukup.” Baru bisa menghayati hal itu. “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Baru bisa mengerti dan menghayati itu dengan benar. Baru bisa mengerti yang dikatakan Paulus dalam 2 Korintus 5:14-15, kalau Yesus telah mati untuk kita, kita semua telah mati. Kalau kita hidup, kita hidup bagi Dia yang telah mati bagi kita. Orang yang berkata “Yesus cukup bagiku,” pasti hidupnya ringan, artinya tidak terikat dengan ikatan dunia. Untuk bisa mencapai kehidupan seperti ini, harus bergumul dan belajar dengan seungguh-sungguh. Tuhan pasti pimpin kita. Hidup akan terasa ringan,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings