Truth Daily Enlightenment

Yesus Fantasi


Listen Later

Dewasa ini terdapat kelompok pembicara dan pemimpin gereja yang tidak memahami isi Alkitab dengan benar, sehingga pengajaran mengenai diri Yesus yang mereka miliki salah. Mereka berasal dari orang-orang awam yang belajar Alkitab secara otodidak atau hanya beberapa bulan mengikuti kursus Alkitab. Sebenarnya Yesus yang mereka pahami bukanlah Yesus yang ada di Injil. Itu adalah Yesus rekayasa mereka sendiri. Mereka membangun atau melukis di dalam pemahaman mereka mengenai gambaran sosok Yesus yang lain, bukan Yesus yang sejati, yang adalah Anak Allah yang telah mengosongkan diri menjadi manusia di Palestina dua ribu tahun yang lalu.
Kelompok tersebut di atas memperkenalkan Yesus yang mereka temukan dan alami dalam pengalaman hidup yang sangat subjektif. Subjektivitas tersebut sangat tidak dapat dipercaya. Pada mulanya kelompok ini tidak menyukai sekolah teologi, bahkan sangat anti dan menentang, tetapi sekarang mereka membangun sekolah teologi. Para pejabat gerejanya pun mulai berusaha menyandang gelar kesarjanaan teologi. Ada beberapa mereka yang menyandang gelar doktor honoris causa, bukan karena pemahaman mereka mengenai Alkitab, tetapi karena prestasi pelayanan dalam wujud besarnya jumlah jemaat dan bangunan gerejanya yang megah. Nabi-nabi palsu yang mengajarkan Yesus yang salah kepada jemaat dalam jumlah besar, biasanya datang dari kelompok ini. Tentu saja tidak semua orang-orang yang berasal dari kelompok ini menjadi nabi palsu. Tetapi jumlah terbesar dari nabi-nabi palsu atau pengajar-pengajar sesat, pada umumnya berasal dari kelompok ini.
Yesus fantasi adalah Yesus yang perasaan-Nya tidak dihargai sebagaimana mestinya. Tidak heran kalau mereka tidak sungguh-sungguh hidup dalam kesucian. Mereka tidak sungguh-sungguh memperkarakan keadaan dirinya di hadapan Tuhan. Tidak heran kalau mereka tidak sungguh-sungguh mencari wajah Tuhan untuk memperoleh pencerahan mengenai dirinya di mata Tuhan, yaitu bagaimana penilaian Tuhan terhadap dirinya. Biasanya mereka terikat dengan materi, sehingga teologi mereka lebih cenderung pada teologi kemakmuran. Selain itu, mereka lebih cenderung menjadi mistisis, artinya menekankan pengalaman alam atau dunia roh. Biasanya mereka begitu mudah menyatakan telah memperoleh visi, mimpi, penglihatan, dan pesan-pesan dari Tuhan.
Yesus fantasi adalah Yesus yang tuntutan-Nya hanya menghendaki orang Kristen menjadi orang baik. Mereka yang memiliki Yesus fantasi, merasa sudah layak berdoa dan merasa sudah bertemu dengan Tuhan dalam doa tersebut. Mereka tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh perkataan Tuhan Yesus, bahwa hanya orang-orang yang tidak menyayangkan nyawanya sendiri dan yang bersedia meninggalkan segala sesuatu yang layak bagi Dia. Tidak menyayangkan nyawa artinya rela kehilangan segala kesenangan yang dibangun atau didasarkan pada kekayaan dunia serta hiburannya.
Yesus fantasi adalah Yesus yang dapat diatur oleh orang Kristen asal memiliki “iman”. Menurut mereka iman adalah keberanian meyakini bahwa sesuatu akan terjadi.  Kalau mereka yakin Tuhan pasti menjawab doa, mengadakan mukjizat dan lain-lain, maka hal itu akan sungguh-sungguh terjadi. Mereka memiliki Yesus yang dapat dikendalikan oleh “iman mereka”. Padahal iman adalah penurutan terhadap kehendak Allah. Karena kesalahan ini, maka sesungguhnya mereka tidak mengenal keselamatan dan Yesus yang sejati. Yesus fantasi, adalah Yesus yang tidak mereka takuti secara pantas. Tidak ada kegentaran yang semestinya terhadap pribadi-Nya. Mereka tidak mengerti bahwa Yesus adalah Raja di atas segala raja yang akan memperhadapkan mereka kepada pengadilan. Yesus yang benar bisa berkata dengan tegas: Aku tidak kenal kamu. Hal itu ditujukan kepada mereka yang tidak melakukan kehendak Bapa.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings