Truth Daily Enlightenment

Yesus Yang Diteladani


Listen Later

Banyak orang di luar gereja yang menyamakan Yesus dengan tokoh-tokoh agama yang kehadiran-Nya di bumi telah berhasil membangun suatu agama. Hal ini bisa dimengerti karena mereka tidak mengenal Injil. Tetapi betapa malangnya kalau ada orang Kristen yang berpikir sama dengan mereka itu. Yesus adalah anak Allah yang mengosongkan Diri, dalam segala hal disamakan dengan manusia, dan taat sampai mati bahkan mati disalib. Ia datang bukan untuk memberi atau membangun agama baru. Ia datang untuk memberi Diri-Nya sebagai korban dan menjadikan Diri-Nya teladan hidup orang percaya. Kalau dikatakan Kekristenan adalah jalan hidup, artinya bukan jalan hukum seperti yang dimiliki agama-agama pada umumnya, di mana hukum menjadi pola dan gaya hidup mereka, tetapi orang percaya mengikuti jalan hidup yang dijalani oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesuslah yang menjadi hukumnya.
Harus ditegaskan bahwa sebenarnya Kekristenan adalah jalan hidup. Jalan hidup di sini adalah jalan hidup yang telah dijalani oleh Yesus. Kalau kita konsekuen mengakui bahwa Kekristenan adalah jalan hidup, di mana kehidupan Yesus yang menjadi teladannya, maka kita harus berusaha untuk mengenal Pribadi-Nya dan meneladani hidup-Nya. Kalau kita mengenal Dia dengan benar, maka kita dapat meneladani hidup-Nya dengan benar. Kalau seseorang tidak mengenal Yesus yang sejati, tetapi Yesus fantasi, maka tidak ada keteladanan yang baik yang dapat mengubah hidupnya.
Satu hal yang paling utama yang harus dilakukan untuk kembali kepada kemurnian Injil agar dapat mengenal dan menemukan Yesus yang sejati adalah orang percaya tidak boleh memandang kehidupan bangsa Israel sebagai standar hidup orang percaya. Orang percaya harus memandang Perjanjian Lama dengan sudut pandang yang benar. Kita harus memperlakukan kitab Perjanjian Lama dengan benar. Ayat-ayat dalam Perjanjian Lama harus dipahami sesuai dengan konteksnya dan tidak boleh dipahami secara sembarangan. Kalau seseorang tidak memahami Perjanjian Lama dengan benar, maka pasti gagal memahami Injil yang sejati. Hal ini juga mengakibatkan terbangunnya Yesus fantasi dalam kehidupan orang Kristen. Mereka juga gagal memahami maksud utama kedatangan Yesus ke dunia. Sebenarnya teologi kemakmuran terbangun akibat kesalahan memahami maksud utama kedatangan Yesus Kristus.
Harus selalu diingat bahwa episentrum kebenaran adalah Perjanjian Baru, di mana Yesus menjadi model manusia yang dikehendaki oleh Bapa sebagai teladan orang percaya. Untuk ini seseorang harus mengenal Injil secara benar dan menemukan Yesus yang benar untuk menjadi teladannya. Banyak orang belum memahami apa yang diajarkan Tuhan Yesus, tetapi mengutip ayat Perjanjian Lama dan memandangnya sebagai kebenaran yang dikenakan bagi umat Perjanjian Baru. Mereka menyamakan umat Israel dengan orang Kristen. Mereka juga berpikir bahwa Tuhan akan memperlakukan mereka sama seperti memperlakukan umat Israel di Perjanjian Lama. Ini adalah sikap yang salah. Harus diingat bahwa orientasi berpikir umat Perjanjian Lama masih pada pemenuhan kebutuhan jasmani.
Karena mendasarkan cara berpikirnya kepada Perjanjian Lama secara harafiah, dan merasa sebagai umat pilihan yang disayang Tuhan, maka banyak orang Kristen yang standar hidup Kekristenannya rendah, tidak mencapai target yang dikehendaki oleh Tuhan. Sebagai akibatnya, mereka tidak akan dapat mengenal Injil dengan benar, sehingga Yesus yang mereka kenal adalah Yesus fantasi. Tetapi mereka tidak menyadari kesesatan dalam pikiran mereka. Jika demikian, maka keselamatan tidak pernah terwujud dalam hidup mereka.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings