Dalam gereja, kita sering mendengar promosi tentang Allah yang sangat baik. Karena kebaikan-Nya, Dia akan memudahkan jalan hidup orang percaya. Segala sesuatu dikesankan dapat diselesaikan dengan mudah. Ini adalah ajaran dari “Yesus yang lain.” Mereka mengajarkan untuk mengklaim janji Tuhan untuk berkat-berkat rohani, doa pemulihan ekonomi, pemutusan kutuk-kutuk kemiskinan, yang semuanya itu sebagai usaha untuk mengalami pemulihan ekonomi. Semua itu dapat mempermudah seseorang dalam menjalani kehidupan ini, seakan-akan orang Kristen memiliki hak istimewa untuk bebas dari masalah. Sebenarnya, ini adalah sebuah penipuan. Manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab.Segala sesuatu harus diselesaikan dengan tanggung jawab. “Yesus yang lain” mengajar bahwa segala sesuatu dapat diselesaikan dengan mudah melalui doa.
Banyak jemaat merasa harus selalu menerima doa dari pendeta untuk diberkati Tuhan guna memenuhi nafkah jasmani, dan kalau pendeta berdoa, berkat dapat datang dengan lebih mudah. Sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki jaminan pemeliharaan dan hak istimewa dari Bapa, yang dibutuhkan adalah tanggung jawab, bukan doa pendeta atau orang suci manapun. Orang percaya harus keluar dari keadaan terpuruknya sekarang dengan tanggung jawab, yaitu kerja keras.Keadaan atau nasib seseorang di bumi ini tidak ditentukan oleh Allah.Sesungguhnya keadaan kita ditentukan oleh keputusan dan tindakan kita sendiri.Bagi orang percaya yang dewasa, doa adalah dialog, bukan sekadar permintaan. Allah sudah menyediakan berkat bagi setiap individu. Tuhan Yesus menyatakan bahwa burung di udara saja Dia pelihara, apalagi orang percaya (Mat. 6:25-34). Yang diperlukan adalah memilih untuk bekerja rajin, mengatur waktu dengan baik, menghindarkan kegiatan yang tidak perlu dilakukan, hemat, menjaga kesehatan dengan pola makan dan hidup yang baik, dan lain sebagainya.
Kesalahan banyak orang dewasa ini adalah mencoba menyelesaikan semua masalah dengan “karunia.” Dan, karunia itu diterima melalui berdoa. Ini terjadi oleh karena merasa diri sebagai anak-anak Allah yang memiliki jaminan “luar biasa” dari Tuhan. Hal ini dikemukakan bukan untuk mengecilkan arti status sebagai anak-anak Allah yang pasti dipelihara Tuhan sempurna. Namun,itu juga bukan berarti kita dapat mengharapkan segala penyelesaian masalah dengan “karunia atau mukjizat.” Untuk ini, kita harus dapat membedakan antara “karunia dan tanggung jawab.” Mereka berusaha menikmati fasilitas sebagai orang percaya dengan memanfaatkan kasih dan kuasa Tuhan. Tuhan tentu adalah Tuhan yang penuh kasih dan berkuasa. Fasilitas ini disediakan bagi kita, anak-anak Tuhan. Namun, ini bukan berarti bahwa orang percaya dapat memanfaatkan kasih dan kuasa Tuhan sesukanya sendiri. Harus dipahami bahwa Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat. Tuhan memiliki kebijaksanaan yang tidak dapat dipengaruhi atau diubah oleh siapa pun. Tuhan tidak akan pernah dapat diperalat atau dimanfaatkan.
Banyak pendeta berdoa agar Tuhan memberkati umat-Nya dengan berkat yang berlimpah, tetapi mereka tidak dengan tegas mengajak umat untuk bekerja keras, giat, dan jujur. Tidak sedikit pendeta yang mengajarkan bahwa orang Kristen tidak perlu bekerja giat, sebab menurut mereka, tanpa perlu bekerja giat Allah tetap akan memberi berkat yang berlimpah. Mereka menegaskan bahwa yang penting adalah berdoa. Ini adalah pendeta dari “Yesus yang lain.” Hal ini akan merusak generasi muda untuk memaksimalkan potensi pada masa mudanya di tengah persaingan yang makin ketat.Dalam hal ini, dikesankan bahwa apa pun dan bagaimana pun cara kerja kita, Tuhan pasti akan memberkati dengan segala berkat-Nya. Pemahaman ini benar-benar salah.Ironisnya banyak orang Kristen—bahkan pendeta—terjebak dalam kesalahan ini.
Banyak hal dalam hidup ini yang harus kita selesaikan dengan upaya, tenaga, dan kerja keras kita sendiri.Inilah yang disebut dengan tanggung jawab. Adapun untuk hal-hal yang tidak mungkin bisa kita lakukan tanpa campur tangan Tuhan,