Truth Daily Enlightenment

“Yesus Yang Lain” Mengajarkan Liturgi


Listen Later

Memasuki dekade zaman anugerah, pola ibadah manusia berubah sama sekali. Kalau pada zaman Perjanjian Lama, ibadah menekankan ritual seremoni.Namun, Tuhan Yesus mengajarkan ibadah yang berbeda, yaitu menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:24). Ini adalah suatu ibadah yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Ini berarti bahwa ruang ibadah orang percaya meliputi segenap wilayah hidup dan segenap waktu yang dimiliki. Ibadah itu tidak terikat oleh sistem dan aturan mati. Ibadah yang sejati adalah sikap batin terhadap Allah, bagaimana orang percaya mengembangkan seluruh potensi dan memanfaatkannya bagi kemuliaan Allah. Potensi ini menyangkut seluruh materi, kemampuan, dan segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada umat Allah. “Yesus yang lain” menawarkan pola-pola keberagamaan, di antaranya penyelenggaraan liturgi di gereja sebaik-baiknya, padahal sejatinya kekristenan itu bukan agama.
Dalam banyak agama pada umumnya, berurusan dengan Tuhan dimaksudkan agar dapat memperoleh pertolongan dari segala persoalan dari masalah ekonomi, kesehatan, dan segala pemenuhan kebutuhan jasmani. Oleh karenanya, terjadi manipulasi dan eksploitasi terhadap Tuhan, dimana Tuhan menjadi pihak yang dimanfaatkan. Karena hal ini,relasi antara Allah dan umat sering diikat oleh asas manfaat. Hal ini dianggap sah-sah saja.Mereka mengajarkan bahwa memang demikianlah “fungsi Tuhan,” yaitu menolong umat-Nya. Berbeda dengan kekristenan palsu itu, kekristenan yang sejati menempatkan Tuhan sebagai majikan, sehingga umat memang diciptakan hanya untuk Penciptanya. Prinsipnya adalah “Tuhan ada bukan untukku,melainkan aku ada untuk Tuhan.”
Pola keagamaan berarti cara, budaya atau kebiasaan yang terdapat pada praktik manusia dalam menyelenggarakan agamanya. Bila seseorang sudah terbiasa dengan suatu pola dalam menyelenggarakan agamanya, sulitlah ia meninggalkan pola tersebut. Tidak jarang mereka yang fanatik terhadap agamanya tidak lagi memerhatikan dengan benar substansi agamanya. Ini termasuk banyak orang Kristen yang fanatik dengan keberagamaannya, dalam hal ini agama Kristen.Mereka tidak mengertisubstansi kekristenan, yaitu proses dikembalikannya manusia ke rancangan semula Allah.
Secara sosiologis kemasyarakatan, kekristenan tentu adalah agama.Namun, jika mempelajari Injil dengan benar, kita mendapati bahwa kekristenan memiliki sifat-sifat yang tidak sama dengan agama pada umumnya. Sifat-sifat agama pada umumnya antara lain memiliki ritual, seremonial agama yang baku, memiliki hukum-hukum yang legalistik dan sangat formil, dan peranan tokoh agama yang dianggap penting untuk memediasi allah yang disembah dengan umat. Tanpa wakil tersebut, umat tidak bisa berurusan secara proporsional dengan allahnya. Pola keagamaan seperti ini harus ditinggalkan, sebab Roh Allah ada dalam kehidupan setiap individu orang percaya. Tubuh orang percaya adalah bait Allah (1Kor. 6:19-20)
Salah satu ciri yang paling menonjol dalam keagamaan adalah diutamakannya seremoni atau liturgi.Seremoni agama seperti yang dikenal dalam agama Israel mestinya tidak ada lagi mendapat tempat dalam kekristenan. Seremoni tidak dapat lagi dipertahankan, sebab menurut Tuhan Yesus, ada saatnya orang tidak menyembah Allah di Yerusalem atau di atas gunung (Gunung Gerizim), tetapi di dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:24). Yerusalem dan Gunung Gerizim adalah tempat di mana orang Israel mengadakan seremoni untuk berinteraksi dengan Allah. Mereka berbuat demikian sebab mereka belum mengerti Injil yang mengajarkan untuk menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Ketika Yesus mengatakan bahwa ada saatnya orang menyembah Allah secara benar, liturgi dalam arti upacara agama harus mulai tidak memiliki tempat seperti sebelum zaman anugerah.
Di dalam kekristenan, tidak ada ritual atau seremoni agama atau liturgi yang baku. Yesus tidak mengajarkan liturgi sebagai ibadah. Ibadah adalah seluruh perilaku kehidupan. Liturgi adalah sesuatu yang sangat relatif.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings