Truth Daily Enlightenment

“Yesus Yang Lain” Untuk Praktik Perdukunan


Listen Later

Tanpa disadari, banyak orang Kristen yang salah mengenal Yesus yang diajarkan oleh Injil. Karena pemahaman yang salah tersebut, banyak orang Kristen yang menggunakan nama Yesus secara tidak benar. Mereka memandang nama Yesus seperti nama ajaib yang dapat dijadikan mantera untuk mencapai tujuan tertentu. Mereka berkeyakinan, kalau mereka menggunakan nama Yesus, apa pun yang diingini, yang dianggap sebagai kebutuhan, pasti dapat diperoleh. Yesus yang digambarkan demikian dan dipercayai seperti itu sesungguhnya bukan Yesus yang asli, melainkan“Yesus yang lain.” Mereka memahami dan memperlakukan Yesus seperti orang-orang di luar Kristen memperlakukan allah atau dewa-dewa mereka.Mereka berkeyakinan bahwa dengan menggunakan nama Yesus,mereka dapat memperoleh apa yang mereka harapkan. Dalam hal ini, iman hanya dikaitkan dengan permintaan atas suatu kebutuhan.
Hendaknya orang percaya tidak beranggapan bahwa dengan nama Yesus Kristus,ia dapat mengatur Allah sesukanya sendiri. Penggunaaan nama Yesus harus benar. Nama Yesus adalah nama Tuhan yang Agung, yang tidak boleh digunakan untuk suatu kepentingan tanpa memperkarakannya terlebih dahulu dengan Dia. Menggunakan nama Yesus berarti kesediaan untuk mengakui adanya pemerintahan Allah. Oleh sebab itu, orang percaya tidak boleh bertindak di luar kehendak dan rencana Allah. Selanjutnya, penggunaan nama Yesus harus untuk kepentingan Kerajaan Allah semata-mata. Orang percaya harus menghargai setinggi-tingginya nama Yesus, sehingga tidak boleh menggunakan nama Yesus secara sembarangan. Penggunaan nama Yesus untuk memperoleh apapun yang diingini seseorang merupakan praktik perdukunan. Mereka berurusan dengan Tuhan Yesus hanya karena hendak memperoleh keuntungan materi dengan menggunakan kuasa nama-Nya.
Praktik perdukunan dalam gereja maksudnya adalah gereja menggelar praktik pelayanan yang mekanismenya seperti yang terjadi dalam praktik perdukunan di luar gereja. Bedanya, kalau orang di luar gereja,merekamenggunakan kuasa kegelapan, dan mediatornya adalah seorang dukun;dalam gereja,orang berusaha menggunakan kuasa Tuhan, dan mediatornya adalah seorang pendeta. Gereja-gereja yang mempraktikkan hal tersebut menampilkan “Yesus yang lain,” yang digambarkan sebagai pribadi yang sangat peduli terhadap persoalan-persoalan pemenuhan kebutuhan jasmani jemaat. Dengan berbekal kuasa nama Yesus, pendeta-pendeta “Yesus yang lain” tersebut menjanjikan penyelesaian masalah yang dihadapi jemaatdengan mudah, dari masalah ekonomi, bisnis, kesehatan, jodoh, keinginan memiliki keturunan, dan lain sebagainya. Praktik gereja-gereja tersebut sama dengan praktik perdukunan, dimana “pasien” tidak perlu mengenal sang dukun atau kuasa kegelapan yang diharapkan pertolongannya, yang penting mereka memperoleh apa yang mereka butuhkan.
Gereja yang melakukan praktik perdukunan memperkenalkan Yesus sebagai sosok yang dapat diajak peduli dengan persoalan pemenuhan kebutuhan jasmani atau apapun yang dipandang jemaat sebagai kebutuhan. Praktik ini sangat memicu ditampilkannya “Yesus yang lain.” “Yesus yang lain” ini dijadikan komoditi oleh orang-orang yang mengaku “hamba Tuhan.” Mereka juga mengesankan bahwa “Yesus ini” dapat dipengaruhi oleh sosok-sosok “hamba Tuhan” yang mengaku dekat dengan Dia dan memiliki karunia serta tempat istimewa di dekat Tuhan. Padahal, Tuhan Yesus tidak bisa dipengaruhi dan diatur oleh apapun, seperti pujian, tarian, dan sorak sorai dalam liturgi kebaktian di gereja. Pola seperti ini sekarang menjamur, disertai dengan tampilnya “tokoh-tokoh” yang mengaku dapat mewakili Tuhan untuk memberikan berkat, paling tidak menjadikan mereka mediator yang akan mendapat kemudahan dalam menerima berkat Tuhan.
Tuhan Yesus memang baik, bahkan sangat baik.Namun, orang percaya harus memahami isi kebaikan Tuhan. Kebaikan Tuhan bukanlah kebaikan untuk apa yang dipandang sebagai kebutuhan oleh orang Kristen. Kebaikan Tuhan berorientasi pada keselamatan orang percaya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings