
Sign up to save your podcasts
Or


Robert masih merasa bingung... Karena ia selalu melihatnya samar, seorang wanita berpakaian putih & berambut panjang cokelat mendekatkan wajah kepadanya. Meski masih buram, belum jelas, tapi Robert dapat merasakan sentuhan tangannya, atau kehadirannya yang mampu membuat ia tertidur nyenyak, menyejukkan, & menenangkan. Seolah ia berhasil meneduhkan badai hidup yang selama ini menerjang Robert bak angin ribut.
Tapi, selalu begitu, setiap kali Robert membuka mata yang terlihat malah perawat, dokter Brian, atau ke-4 Dewan Komisaris & Sarah, yang sudah bersiap-siap melakukan rapat di kamar rawat inapnya, guna menyampaikan langkah-langkah yang akan diambil, setelah kasus Yunaa Sport kehilangan uang kemarin.
By Evelyne PriscillaRobert masih merasa bingung... Karena ia selalu melihatnya samar, seorang wanita berpakaian putih & berambut panjang cokelat mendekatkan wajah kepadanya. Meski masih buram, belum jelas, tapi Robert dapat merasakan sentuhan tangannya, atau kehadirannya yang mampu membuat ia tertidur nyenyak, menyejukkan, & menenangkan. Seolah ia berhasil meneduhkan badai hidup yang selama ini menerjang Robert bak angin ribut.
Tapi, selalu begitu, setiap kali Robert membuka mata yang terlihat malah perawat, dokter Brian, atau ke-4 Dewan Komisaris & Sarah, yang sudah bersiap-siap melakukan rapat di kamar rawat inapnya, guna menyampaikan langkah-langkah yang akan diambil, setelah kasus Yunaa Sport kehilangan uang kemarin.