Sebagai dokter saraf, dr. Brian hanya diminta untuk menangani Robert Yunaa. Meski tdk diberitahu apa penyebab ia sampai jatuh terpeleset, namun diam-diam dr. Brian mengetahui bahwa jatuhnya Robert bukanlah karena kecelakaan, melainkan kesengajaan. Apalagi, Robert merupakan pasien paling diam yg pernah ditanganinya, di mana ia diam bukan karena tdk mau berbicara, tp karena menahannya. Persis seperti orang yg mengalami kasus kejiwaan, sehingga memerlukan diagnosis psikologi sebagai bentuk penanganannya. Karena itulah dr. Brian memilih utk sering menghabiskan waktu, menemani Robert. Ternyata tindakan tsb membuahkan hasil, Robert terenyuh dengan penjelasan dr. Brian & akhirnya, setelah sekian lama, ada perasaan yg mendesak keras utk keluar, bangkit, & terbangun dari dalam dirinya.