Hampir semua orang Kristen berpikir bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberi damai atas bumi ini, sehingga ada ketentraman di bumi. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Kedatangan Tuhan Yesus ke bumi justru membawa goncangan atas bumi ini. Sebelum Tuhan Yesus datang merebut kuasa di surga dan di bumi, Iblis (Lusifer) masih berkesempatan untuk bisa merebut dunia. Kedatangan Tuhan Yesus adalah untuk mengakhiri sejarah Lusifer yang jatuh dan dunia ini. Dunia akan dibawa kepada keadaan yang terus bergolak sebelum zaman baru (Mat. 24:8, akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru).
Dalam teks aslinya kata “permulaan penderitaan menjelang zaman baru” terjemahan dari arkhe odinon (ἀρχὴ ὠδίνων). Hal ini menunjuk penderitaan sebelum seorang ibu melahirkan anak (Ing. the pain of childbirth). Tidak akan ada zaman baru sebelum ada goncangan-goncangan. Kedatangan Tuhan Yesus melegalisir atau mensahkan adanya goncangan tersebut. Betapa konyolnya kalau seorang Kristen berpikir bahwa kedatangan-Nya ke dunia untuk memberi damai sejahtera di bumi seperti konsep damai sejahtera menurut anak-anak dunia (Luk. 12:49-56).
Bumi akan terus digoncang dengan berbagai goncangan yang membuat bumi tidak lagi menjadi hunian yang aman. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak Tuhan mengerti bahwa maksud kedatangan Tuhan Yesus semata-mata hanya untuk mempersiapkan mereka masuk Kerajaan-Nya. Jika seseorang tidak mau mengerti hal ini, berarti menolak keselamatan yang disediakan Tuhan. Hal ini sama seperti istri Lot yang menolak untuk memiliki langkah-langkah penyelamatan sesuai dengan kehendak-Nya.
Kedatangan Tuhan Yesus membawa manusia memasuki satu masa yang sangat istimewa, yaitu zaman anugerah. Anugerah di sini adalah keselamatan yang disediakan bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Keselamatan tersebut adalah dipulihkannya hubungan manusia dengan Allah, karakter manusia diperbaharui dan perkenanan Tuhan menjadikan manusia pewaris Kerajaan Allah, dimuliakan bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Di zaman anugerah ini keselamatan tersebut ditawarkan. Bagi orang yang menerima keselamatan itu, yaitu percaya secara benar dengan mengikuti jejak-Nya, baginya tersedia kemuliaan bersama dengan Yesus dalam Kerajaan-Nya. Ini adalah masa di mana manusia dimungkinkan menjadi corpus delicti.
Zaman anugerah sebenarnya juga sama artinya dengan zaman akhir. Zaman akhir adalah zaman yang memiliki rentang waktu dari kenaikan Tuhan Yesus ke surga sekitar tahun 30 Masehi sampai kedatangan-Nya yang kedua (yang entah kapan?). Ini bukan saja akhir zamannya manusia, tetapi juga akhir zamannya Iblis (Iblis telah eksis selama entah berapa juta atau milyar tahun). Kemenangan Tuhan Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya mengakhiri riwayat Lusifer yang jatuh itu.
Di zaman anugerah ini bukan berarti hidup manusia menjadi lebih nyaman dan dunia lebih aman, tetapi sebaliknya, justru hidup manusia menjadi tidak nyaman dan dunia tidak menjadi aman. Di waktu zaman anugerah atau zaman akhir ini, dunia akan dibawa kepada pergolakan-pergolakan yang hebat. Justru pergolakan tersebut menandai akan datangnya zaman baru. Pergolakan-pergolakan yang hebat itu dinyatakan Tuhan Yesus dalam Matius 24: 6-8: Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.