
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam episode ini Santa Faustina hendak menceritakan saat Yesus mengungkapkan kepadanya betapa Ia senantiasa menantikan saat-saat orang berdosa mau menerima rahmat kerahimanNya. Hati Nya selalu ingin melimpahkan rahmatnya kepada jiwa-jiwa tersebut namun seringkali mereka tidak mau menerimanya dan menolak Dia. Betapa sikap tidak tahu terima kasih dan tidak mau tahu dari jiwa-jiwa yang berdosa itu sangat menyakitiNya. Umat manusia memiliki banyak waktu untuk melakukan apa saja keinginan mereka, namun tidak punya waktu untuk datang kepada Yesus untuk menimba rahmatNya. Tetapi yang paling menyakitkan adalah saat jiwa-jiwa yang dipilih Tuhan secara khusus malah bersikap tidak setia dan mengabaikanNya.
Music credit: "Hidup itu adalah Kesempatan" - Christian JBU.
Tuhan lah pembimbing rohani kita yang sejati dan hendaknya kita selalu taat melakukan kehendakNya . Ketahuilah saat kita mematikan kehendak diri sendiri maka saat itulah KehendakNya meraja dalam diri kita. Yesuslah andalan kita selalu.
Dalam episode ini Santa Faustina mengungkapkan betapa ia sangat mengandalkan Kerahiman Allah yang tak terbatas, dan bagaimana Ekaristi yang Maha Kudus selalu menjadi pelindung dirinya dan semua orang beriman. Tanpa Dia , segala sesuatu akan mustahil dan betapa berbahagianya setiap orang yang menaruh harapannya kepadaNya.
Di episode ini menceritakan puji-pujian Santa Faustina kepada Hosti Kudus dan semua Rahmat yang terkandung di dalamNya
Di episode ini Suster Faustina menekankan pentingnya kita banyak berdoa untuk orang berdosa di sekitar kita agar mereka mendapatkan rahmat kerahiman dan pengampunan dari Tuhan. karena karunia itu dapat diberikan oleh Tuhan kepada orang tersebut karena permintaan kita, dan bukan karena permintaan mereka. Sehingga penting bagi kita untuk memelihara semangat iman yang besar dalam semua lini kehidupan sehari-hari.
Di episode ini Santa Faustina mengajal kita untuk sering mengadakan p-ermenungan batin dan pentingnya Ekaristi dan beradorasi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, dan hal ini sangat membahagiakan hati Tuhan.
Di episode ini Tuhan Yesus hendak mengajarkan bahwa Penderitaan adalah harta yang terbesar karena penderitaaan mampu memurnikan jiwa, dan dengan penderitaan kita mengetahui siapa sahabat sejati kita. Segala salib harian yang kita pikul harus disyukuri karena itu dapat memurnikan jiwa kita.
Di episode ini Santa Faustina mendapatkan perjumpaan dengan Tuhan Yesus dalam rupa anak kecil, hjal ini untuk mengajarkan Santa Faustina untuk memahami kesederhanaan dan kerendahan hati. Tuhan juga menginginkan agar manusia tidak memiliki kelekatan apapun dengan semua hal agar Tuhan dapat dengan bebas menata hati kita dan Ia menghendki agar kita hanya mengasihi Dia.
Di episode ini Tuhan Yesus memerintahkan Santa Faustina untuk merenungkan tentang Nabi Yunus dan perutusannya. "Renungan" -doa akal budi. Hakikatnya ialah perenungan tentang kebenaran-kebenaran ilahi yang ditutup dengan suatu niat konkret. Dalam Kongegrasi Bunda Allah Kerahiman, para suster setiap hari mengadakan renungan selama setengah jam. Pada malam hari, para suster mempersiapkan tema renungan untuk esok paginya.
Di episode ini Santa Faustina mendapat perintah tegas dari Tuhan bahwa : Ia memberikan kepada umat manusia sebuah wadah yang harus mereka bawa ketika mereka datang memohon rahmat ke sumber kerahiman. Wadah itu adalah gambar Yesus Kerahiman dengan tulisan "Yesus, Engkau adalah Andalanku [Jezi, Ufam Tobie]."
From the publisher's feed