
Sign up to save your podcasts
Or


Privilege adalah bisa punya mentor hidup yang bisa ditanya dan dimintai arahan agar hidup tidak seberliku liku, merayap dan meraba.
Boleh tidak suka dengan ketidakpastian tapi jangan sampai benci, karena ketidakpastian adalah tanda kita belajar. Episode ini saya mau bahas gimana caranya supaya gak benci dengan hal itu.
Saya mau ngomongin soal postingan awal dimana belum lama ini saya memutuskan untuk memulai bagi bagi content di instagram, telat? mungkin. Kenapa baru sekarang? soalnya overthinking... kepikiran mau berbagi apa, belum jadi apa apa, bukan siapa siapa, tapi semakin bukan apa apa semakin gak ada ruginya dicoba.
Sebenernya buat saya kuliah itu materinya bisa banget didapetin dari buku, youtube dan google, tapi ada hal yang bikin kuliah itu gak bisa diganti dengan belajar sendiri yakni sesi curhat dosen tentang pengalamannya di lapangan, juga pentingnya softskill dan attitude dibanding cuma pinter doang
Mulai episode ke 13, Ada dikepala mengudara 2 kali seminggu setiap Rabu dan Minggu, dan mulai sekarang saya menyebutnya sebagai Podcast aja, karena Biar gampang. Jadi, Perkara twit yang nyenggol soal adil atau gak dunia ini karena ada influencer yang dibayar 80 juta “cuma” buat postingan instagram beberapa jam, yang dibandingkan dengan pekerja dibayar 800 ribu sebulan, jadi kepikiran dan nostalgia sedikit dengan keadaan sebelum internet bisa sekenceng ini.
sering dilarang, dikasih tahu, dimarahin oleh orang tua itu hal yang membahagiakan, kenapa membahagiakan karena masih ada yang sayang sama kita, episode ini mau ngomongin tentang orang tua, maklum masuk kepala 3 jadi makin paham, umur yang menyenangkan gak terlalu sedikit, tapi juga belum begitu banyak.
Lagi viral bener soal "20 tahun punya ini dan itu", kalau kalian mencapai milestone itu congrats! gak banyak orang bisa, tapi kalau gak pun ya gak masalah, improve aja terus, kalau dapat ini dan itunya di umur 40 atau 50 pun, itu masih sebuah pencapaian yang bagus kok.
Tiga kali hapus podcast, puluhan kali hapus blog membuat saya sadar kalau gak ada yang namanya sempurna, gak ada yang namanya sesuai keinginan, selalu aja ada yang kurang, termasuk buat sesuatu, kuncinya mulai aja dulu, kalau jelek anggep aja bagian dari sejarah.
Punya tim yang bisa fight bareng bareng tanpa itungan itu beruntung banget sih, apalagi kalau kaitannya sama kerjaan yang kenaikan gajinya gak seimbang, juga saya bicara soal keinginan kalau dapat rejeki suatu hari nanti
From the publisher's feed