
Sign up to save your podcasts
Or


kepikiran soal korelasi antara menghakimi atau menilai seseorang dari masa lalunya dengan dirinya saat ini, karena manusia selalu berubah dan soal nonton film.
Update dan lanjutan dari episode kedua, juga pelajaran untuk lebih menghargai gratisan dengan cara membeli, dengan anggapan untuk investasi, ya investasi leher ke atas.
Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu nemu berbagai macam masalah, dengan berbagai macam cara pandang apalagi kalau masalah itu menyangkut orang lain juga, makin ribet, jadi kepikiran bagaimana cara nyesuaiin diri sama ginian.
Seintrovert apapun seseorang, namanya manusia selalu butuh manusia lain, minimal untuk interaksi, nah itu juga yang terjadi ketika emang udah jadi kebiasaan minta pendapat terhadap siapa yang ada didalah support system.
Bikin podcast itu gampang, cuma kadang kepikiran soal gimana tanggapan orang, gimana caranya supaya bagus, gimana supaya bisa langsung meledak, ya kalo itu pertimbangannya sampe kapanpun gak bakal bikin, dan ini adalah alasan kenapa saya gak mau masukin Ada Di Kepala sebagai kategori Podcast.
Mulai dari nol lagi, yang jelas lebih spontan. soal pentingnya privasi, karena ngumbar kehidupan pribadi di medsos, tindakan ilegal beberapa pinjol yang lagi rame, dan pencurian data pribadi itu beneran ada.
"Mana Pacarnya?... Kapan Nikah?... Kapan Punya Anak?"
Pertanyaan pertanyaan itu akan selalu ditemui oleh setiap orang ketika kumpul keluarga, awalnya biasa aja, tapi makin kesini makin aktif ya bund? buat kita jadi gak betah lama lama, dan pertanyaannya terus gimana?
Photo by Nathan Dumlao on Unsplash
From the publisher's feed