Melanjutkan bahasan episode sebelumnya, kita tidak bisa memberikan yang kita tidak miliki, bagaimana mungkin kita bisa memberikan cinta-kasih yang tulus pada orang lain kalau rasa cinta-kasih itu saja tidak kita miliki dalam diri kita? Ketika hal ini dipaksakan sekali pun, terjadilah fenomena dimana orang-orang akhirnya ‘berhutang rasa’, mereka memaksakan dirinya memberikan yang tidak mereka miliki pada orang lain, mereka semakin labil karenanya dan lebih rentan terkena penyakit psikis.
Fenomena dimana orang-orang harus ‘berbagi rasa yang tidak mereka miliki’ adalah salah satu penyebab utama di balik masalah perilaku yang muncul dalam pernikahan dan pengasuhan anak, suami atau istri berusaha memberikan rasa cinta pada pasangannya, padahal mereka sendiri tidak memiliki itu dalam dirinya, orang tua berupaya memberikan rasa cinta pada anaknya padahal mereka sendiri tidak memiliki itu dalam dirinya, sehingga mereka yang ‘tidak memiliki tapi harus memberikan’ itu memaksakan dirinya, membuat stamina psikisnya lemah, di kemudian hari hal ini menjadi bom waktu bagi dirinya sendiri dan lingkungan dekatnya, ketika bom waktu ini meledak muncullah perilaku yang justru berkebalikan, malah jadi perilaku kasar, keras dan menyakiti.
Bisakah kebutuhan emosi yang hilang ini dipenuhi dalam diri? Jawabannya adalah: YA, bisa, dan berita baiknya adalah prosesnya bisa kita lakukan sendiri, dari diri kita sendiri, oleh diri kita sendiri dan untuk diri kita sendiri.
Simak ulasannya di Audio Podcast berikut ini.
Follow Instagram @alguskha dan ikuti juga Youtube Channel Alguskha Nalendra untuk dapatkan inspirasi dan informasi terbaru seputar restorasi diri dan transformasi kehidupan.
#LifeRestorationPodcast #AudiogramPodcast #AudioPodcast #VideoPodcast #LifeRestoration #SelfRestoration #BusinessRestoration #PerformanceRestoration #RelationshipRestoration #TotalRestoration