Alkisah . . . Dahulu kala sebelum internet sepenuhnya mengatrol peradaban manusia dan hidup berlangsung lebih santai, berdirilah sebuah bar rock & roll di gang padat gemerlap bernama Poppies di kawasan Kuta, Bali yang menjadi pusat lebur kultural bagi mereka para pendamba kebebasan, berandal malam yang mencari sesendok atau dua kesenangan dalam hantaman miras dan genangan musik keras. Berkeliaran di sana, mabuk, nongkrong, beradi-busana, muntah—syukur-syukur bisa dapat seks bertiga. Lalu bangun siang dan merasa bosan, mengulang lagi hangover brengsek setiap hari. Di Twice semua orang diperlakukan sederajat selama kau membayar minumanmu. Hardcore, punk,Oi!, skinhead, rude boy, slut, reefer, surfer, dealer, banger and all the slick rockers. Suaka rock & roll inferno. Dari lantainya yang berkeringatlah kemudian scene Bali yang glamor lagi kritikal dilahirkan. Episode kali ini membawa Bob Mandela tandang ke imperium Rumble pada sebuah sore yang bising klakson di kemacetan pinggir kota Denpasar. Menemui kawan lamanya, sang pangeran Kuta, JRX, pemilik Twice yang memberi kita cerita betapa kegilaan justru dapat melembutkan jiwa seorang pemberontak. JRX duduk di sofanya dengan Bintang tercekik di genggam kanan, sementara yang satunya mengurut cerutu. Motherfucker gentleman, indeed. http://www.amvibe.id