Ardi Kamal Karima

Ardi Kamal Karima

By Ardi Kamal KarimaArtsBooks
Download on the App Store

Ardi Kamal Karima episodes

  • Ketika Ada Yang Bertanya Tentang Cinta - M. Aan Mansyur

    Sebuah Puisi

    KETIKA ADA YANG BERTANYA TENTANG CINTA

    Ditulis Oleh M. Aan Mansyur

    Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima

    Dalam Buku Tidak Ada New York Hari Ini


    Hari-hari membakar habis diriku. Setiap kali aku ingin mengumpulkan tumpukan abuku sendiri, jari-jariku berubah jadi badai angin. Dan aku mengerti mengapa cinta diciptakan.


    Semua perihal, diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.


    Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.


    Seorang ayah membelah anak dari ibunya -dan sebaliknya. Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan. Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur. Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.


    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta #aanmansyur #tidakadanewyorkhariini #aadc #aadc2 #rangga #cinta

    3 min
  • Tidak Ada New York Hari Ini - M. Aan Mansyur

    Sebuah Puisi
    TIDAK ADA NEW YORK HARI INI
    Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
    Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
    Dalam Buku Tidak Ada New York Hari Ini
    Hari-hari membakar habis diriku. Setiap kali aku ingin mengumpulkan tumpukan abuku sendiri, jari-jariku berubah jadi badai angin. Dan aku mengerti mengapa cinta diciptakan.
    Semua perihal, diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.
    Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.
    Seorang ayah membelah anak dari ibunya -dan sebaliknya. Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan. Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur. Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.
    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta #aanmansyur #tidakadanewyorkhariini #aadc #aadc2 #rangga #cinta

    3 min
  • Cinta - M. Aan Mansyur

    Sebuah Puisi

    CINTA

    Ditulis Oleh M. Aan Mansyur

    Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima

    Dalam Buku Tidak Ada New York Hari Ini


    Hari-hari membakar habis diriku. Setiap kali aku ingin mengumpulkan tumpukan abuku sendiri, jari-jariku berubah jadi badai angin. Dan aku mengerti mengapa cinta diciptakan.


    Semua perihal, diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.


    Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.


    Seorang ayah membelah anak dari ibunya -dan sebaliknya. Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan. Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur. Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.


    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta #aanmansyur #tidakadanewyorkhariini #aadc #aadc2

    1 min
  • Perihal Tokoh Utama Komik - M. Aan Mansyur

    Sebuah Puisi
    PERIHAL TOKOH UTAMA KOMIK
    Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
    Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
    Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
    Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
    Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
    "Menikmati Akhir Pekan"
    (Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
    “Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta #aanmansyur #melihatapibekerja

    4 min
  • Menjatuhkan Bintang-Bintang - M. Aan Mansyur

    Sebuah Puisi
    MENJATUHKAN BINTANG-BINTANG
    Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
    Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
    Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
    Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
    Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
    "Menikmati Akhir Pekan"
    (Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
    “Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta #aanmansyur #melihatapibekerja

    3 min
  • Laut Berparuh Merah - M. Aan Mansyur

    Sebuah Puisi
    LAUT BERPARUH MERAH
    Ditulis Oleh M. Aan Mansyur
    Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima
    Dalam Buku: Melihat Api Bekerja
    Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
    Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
    "Menikmati Akhir Pekan"
    (Mendengarkan Larik-larik Aan Masyur) Beberapa pilihan puisi M Aan Masyur dalam Melihat Api Bekerja Sajak buat Seseorang yang tak Punya Waktu Membaca Sajak Kata-kata bukan jembatan yang bisa membuat sepatumu tidak tersentuh lumpur. Kata-kata bukan kendaraan yang pandai melayang dan menghindarkanmu dari kemacetan. Kata-kata tak ingin jadi senjata untuk kau gunakan membunuh atasanmu. Kata-kata adalah awan yang mengamati jendela kamarmu menjelang matahari tenggelam. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memiliki awan sebagai hewan peliharaan? Ia lebih setia dari kebiasaan buruk.
    “Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ Sapardi Djoko Damono
    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta #aanmansyur #melihatapibekerja

    3 min
  • Telanjang Di Depan Cermin - M. Aan Mansyur

    Sebuah Puisi TELANJANG DI DEPAN CERMIN

    Ditulis Oleh M. Aan Mansyur

    Disuarakan Oleh Ardi Kamal Karima

    Dalam Buku: Melihat Api Bekerja


    Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.
    Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.
    "Menikmati Akhir Pekan"
    “Aan adalah salah seorang dari dua atau tiga penyair kita yang berhasil memaksa kita dengan cermat mendengarkan demi penghayatan atas keindahan dongengnya.“ -Sapardi Djoko Damono-


    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta #aanmansyur #melihatapibekerja

    3 min
  • Komposisi

    Sebuah Puisi KOMPOSISI

    Ditulis Oleh Ardi Kamal Karima

    Disuarakan Oleh @insom_mia08


    Puisi ini menyajikan identitas diri yang penuh paradoks melalui metafora alam yang kontradiktif. Penyair menggambarkan dirinya sebagai "asin garam di air tawar", "ombak tinggi di danau-danau yang tenang", dan "rerumputan hijau di padang yang kekeringan" – mencitrakan sesuatu yang asing namun hadir, mengganggu namun memberi rasa, kecil namun penuh harap. Kontradiksi ini mempertanyakan esensi keberadaan ("perlu vs diperlukan") dan fungsi diri di tengah lingkungan yang tak selaras. Pencarian makna ini diperkuat dengan pertanyaan retoris yang menggambarkan kebingungan antara doa yang sia-sia, antara tangis yang salah arah, atau harapan yang samar di antara mimpi yang seperti debu.


    Penyair mengkontraskan fatamorgana dan hiasan pada puisinya (seperti lampion pesta) yang menipu dan memicu keragu-raguannya, dengan "bayangan-bayangan" yang justru diakui lebih jujur daripada kenyataan. "Fatamorgana" mewakili ilusi atau harapan palsu yang tak terlihat oleh si penyair, sementara lampion menyimbolkan kesemuan perayaan yang berujung pada abu atau (surat yang tak terbaca). Di tengah kepalsuan ini, bayangan menjadi metafora kejujuran bagi batin yang merekam "dahaga" dan mampu meringankan "sesak juga rindunya", menyiratkan bahwa dalam kesunyian teresebut ada kejujuran terhadap diri sendiri atas pelipur yang ditemukan.


    Pertemuan dengan "kamu" digambarkan sebagai benih yang diterbangkan oleh angin – suatu peristiwa yang ditanyakan, antara takdir dan kebetulan yang dipaksakan. Puisi ini kemudian beralih menjadi harapan tentang dirinya sendiri. "semoga jadi puisi" yang "rumit" namun menjadi pegangan di gelap (seperti simpul tali yang tak perlu untuk diurai), dan puisi yang "indah" seperti pantulan langit kelam di tengah danau. Gambaran ombak dan asin karang yang "kembali padamu dengan diam-diam" menegaskan siklus dari pengalaman si penyair, rasa, dan kontemplasi yang akhirnya bermuara pada sang "kamu", menutup rangkaian metafora awal dengan kesadaran. Bahwa segala kompleksitas identitas dan perasaan pada akhirnya adalah bagian dari dialog sunyi dengan sang lainnya yang akan dan selalu ditemui.


    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta

    3 min
  • Berita Cuaca

    Sebuah Puisi: BERITA CUACA
    Ditulis oleh Ardi Kamal Karima
    Disuarakan: @insom_mia08
    Puisi ini menggunakan metafora cuaca untuk menggambarkan kekacauan psikologis yang mendalam. "Hujan tak kunjung reda" di langit pikiran melambangkan pikiran yang overthinking dan kata-kata yang terpendam. Ancaman "banjir bandang di wilayah ingatan" dan "angin kencang" yang menyapu nama-nama orang menunjuk pada trauma masa lalu yang mengikis identitas diri, membuat narator merasa seperti "pendatang asing tanpa nama". Cuaca ekstrem ini bukan fenomena alam, melainkan gambaran badai emosi yang menghancurkan ingatan dan rasa diri.
    Penyair menyoroti ironi antara ramalan optimis dari luar ("Besok akan cerah") dengan realitas internal yang suram. "Layar kaca" (media) yang menyampaikan mantra positif justru kontras dengan "awan hitam" yang mengancam detak jantungnya dan "petir yang membunuh segala doa". Penggunaan istilah teknis seperti "peta cuaca" dan "laporan cuaca" untuk menggambarkan dada yang dikepung kabut makian serta matahari yang padam di balik kelopak mata, menegaskan kegagalan sistem (eksternal maupun internal) dalam memahami atau meredakan penderitaannya. Suhu tubuh yang "mencairkan setengah kesadaran" menandakan disosiasi akibat beban yang tak tertahankan.
    Di tengah krisis, muncul figur "ahli cuaca" (mungkin suara hati atau naluri) yang memperingatkan bahaya di "wilayah perasaan". Namun, peringatannya sudah terlambat—"akar-akar cemasku" telah menjelma menjadi "air laut yang dewasa" dan menciptakan "fenomena bencana yang terasa tabu". Klimaks puisi hadir dalam kontras antara keputusasaan narator yang "tak punya payung" untuk menahan "hujan yang mementaskan gemuruh pekat", dengan seorang anak yang justru membuka jendela dan "membaca hujan sebagai nyawa". Anak ini mewakili kemungkinan penerimaan: melihat kesakitan bukan sebagai bencana, tapi sebagai "alfabet lumrah" dalam bahasa kehidupan—sebuah "sajak yang menetes pelan dari manusia". Puisi ditutup dengan penegasan bahwa penderitaan bukanlah akhir, melainkan bagian dari puisi hidup itu sendiri.
    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi

    4 min
  • Kau Murtad, Jika Aku Tuhan Bagi Agama Cintamu

    Sebuah Puisi: Kau Murtad Jika Aku Tuhan Bagi Agama Cintamu

    Ditulis oleh Ardi Kamal Karima

    Disuarakan: Insom-Mia


    Puisi ini membangun metafora cinta sebagai sebuah agama, dengan sang "aku" lirik sebagai "Tuhan"-nya. Ketaatan, kewajiban, dan kitab suci (mewakili janji, komitmen, dan aturan hubungan) adalah pilar agama cinta ini. Kekasih ("kau") dianggap telah "murtad" karena mengabaikan perintah, menyia-nyiakan "kitab" (mungkin janji setia atau esensi hubungan), dan bermain-main dengan "dosa" (pelanggaran dalam hubungan). Pengkhianatan dalam cinta disamakan dengan kemurtadan dalam agama, menekankan betapa dalamnya luka dan pelanggaran yang dirasakan sang "aku".


    Sang "aku" memperingatkan adanya konsekuensi ("pahala" dari ketakutan/cemburu) dan janji "surga" cinta yang sulit diraih, penuh perjuangan dan kepedihan ("susah, lelah dari berbagai pilu"). Namun, kekasih justru "berpindah agama", mencari makna cinta ("hakikat iman cinta") yang baru di tempat lain, yang dianggap "semu" oleh sang "aku". Tindakan kekasih meninggalkan hubungan ini digambarkan sebagai penyimpangan keyakinan ("terpaling dan memalingkan keyakinan"), menyoroti perasaan dikhianati dan ditinggalkan untuk sesuatu yang dianggap palsu.


    Di bagian akhir, meski terluka, sang "aku" menyatakan pengampunan dan menunggu pertobatan ("tobat dari cintamu"). Namun, ada ironi dan kesadaran diri yang mendalam. Sang "aku" mengakui keterbatasannya: hanya mampu memberi "tafsir-tafsir yang semu" dan "agama yang bisa saja palsu". Pengakuan ini meruntuhkan otoritasnya sebagai "Tuhan" cinta. Ia menyadari bahwa agama cinta yang dibangunnya mungkin juga ilusi, palsu, atau subjektif. Penutup ini mengungkap keraguan diri, kesadaran akan kompleksitas cinta, dan pertanyaan mendasar tentang keabsahan klaim kebenaran mutlak dalam hubungan asmara.


    #ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #cinta

    2 min

About Ardi Kamal Karima

From the publisher's feed

Menulis apapun yang ada pada kepala, mengkonversikannya menjadi beberapa bait, atau kosa kata, yang dipenuhi berbagai rasa yang berbeda.