Bilangan 5:11 - 6:27, menguraikan hukum untuk menghadapi keadaan dimana seorang suami mencurigai istrinya melakukan perselingkuhan atau perzinahan. Ini menggambarkan sebuah ritual yang melibatkan "persembahan kecemburuan" dan "air kepahitan" yang akan dijalani istri untuk menentukan bersalah atau tidaknya dia. Ramuan pahit yang diberikan kepada perempuan itu untuk diminum, merupakan sebuah ujian simbolis, sebuah cara bagi Yang Maha Perkasa untuk mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi. Meminumnya tanpa membahayakan berarti wanita tersebut tidak bersalah. Ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun, aturan-aturan ini memampukan mereka untuk menegakkan aturan keagamaan dan sosial di bawah kepemimpinan Musa. Menjaga kemurnian dan ketertiban di dalam kamp merupakan perhatian utama.