Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suawandi menemukan Ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Kematian Sang ibu, Kemala Yunus-yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas Dan selalu bertarung mencari diri-sungguh mengejutkan.
Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak ("Melukus Langit"); seorang wartawan ("Tasbih"); seorang kekasih ("Ciuman Terpanjang"); seorang istri, hingga akhirnya membawa Nadira kepada sebuah penjelajahan ke dunia yang baru, dunia seksualitas yang tak pernah disentuhnya ("Kirana").
1. Mencari Seikat Seruni