Basuara 
(BaKTI Pu Suara)

Basuara (BaKTI Pu Suara)

By Yayasan BaKTIBusinessNon-Profit
Download on the App Store

Basuara (BaKTI Pu Suara) episodes

  • Harta Karun di Desa Tondok Bakaru

    Berawal dari kecintaan dan keprihatinannya kepada anggrek yang kurang mendapat perhatian, Andarias Sambokaraeng, menjadi pelopor buddidaya anggrek di Mamasa, Sulawesi Barat. Sempat diragukan oleh warga setempat, anggrek menjadi primadona di Mamasa sejak beberapa tahun terakhir dan menjadi sumber mata pencaharian warga. Perjuangan pria yang akrab disapa Andre ini sukses membuat desanya menjadi desa wisata dan mendapat dukungan dari pemerintah setempat.  Desa Wisata Tondok Bakaru saat ini telah dikenal luas olah masyarakat. Pelancong dari berbagai daerah telah berkunjung ke Desa ini. Desa yang terkenal dengan konservasi untuk anggrek di kawasan Mamasa. Desa Tondok Bakaru merupakan dewa wisata berkelanjutan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

    20 min
  • Mencintai Bumi Tanpa Batas

    Di episode Podcast Basuara kali ini menghadirkan Ali Topan. Pemuda difabel daksa yang sehari-hari mengabdi sebagai tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pinrang. Namun, di sela-sela jam kerjanya, Ali lebih dikenal sebagai Pegiat Bank sampah yang sangat aktif melakukan advokasi dan mentoring di komunitasnya.   Ali Topan menjadi ketua Komunitas Masyarakat Peduli Pinrang menghadirkan bank sampah sebagai jawaban atas permasalahan kompleks seputar sampah. Sampah dapat dijadikan sumber penghasilan yang menjanjikan masa depan cerah.

    22 min
  • Podcast Basuara: Manusia Sehat Alam Lestari - Kesehatan Planetary untuk Bumi yang Sehat

    Di episode kali ini, menghadirkan Yayasan Alam Sehat Lestari, NGO yang bergerak di bidang konservasi lingkungan di mana selain kesehatan, ASRI juga menjalankan program Konservasi dan Lingkungan dengan wilayah kerja Yayasan ASRI berfokus pada Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) di Kalimantan Barat.     Ketiga program utama ini kemudian memiliki program turunan yang memiliki target spesifik. Seperti contoh pada bidang kesehatan, ASRI memiliki Klinik ASRI, Pengobatan Keliling, Penanggulangan Tuberkulosis dan Pengadaan Kacamata. Keempat program tersebut erat kaitannya dengan mahalnya biaya kesehatan yang harus diakses oleh penduduk lokal di sekitar Taman Nasional.    


    Pada bidang lingkungan, ASRI memiliki 6 program unggulan seperti Reboisasi, Monitoring Deforestasi, Sahabat Hutan, Pertanian Organik, Chainsaw Buyback dan Kambing Untuk Janda. Enam program tersebut erat kaitannya dengan penanggulangan illegal logging yang dilakukan masyarakat sekitar. Dengan memberikan stimulan program subsidi ekonomi untuk merubah gaya hidup masyarakat, harapannya bisa menurunkan tingkat penebangan secara tidak terkontrol. Terakhir, yang juga menjadi unggulan adalah pendidikan. Setidak ASRI memiliki program ASRI Kids, ASRI Teens, Penyuluhan Masyarakat, Studi Banding, Study Tour, Planetary Health Talks, dan Planetary Health Camp.

    ASRI mengundang stakeholders untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan sekitar melalui program-program yang memberikan edukasi kepada masyarakat.   Keberpihakan ASRI pada bidang konservasi lingkungan (hutan) yang dipadu dengan konsep pemberdayaan masyarakat dan integrasi pelayanan kesehatan. Harapan dari adanya kesinambungan antara isu tersebut adalah ketersediaan insentif kenaikan kesehatan masyarakat yang secara paralel turut mendukung partisipasi aktif masyarakat dalam kaitannya perlindungan hutan.

    23 min
  • Podcast Basuara: Manusia Sehat Alam Lestari - Menyelamatkan Hutan dengan Stetoskop

    Di episode kali ini, menghadirkan Juanisa Andiani - Direktur Program - Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) dan dr. Maria Kartika, Direktur Klinik - Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI)  Yayasan Alam Sehat Lestari, NGO yang bergerak di bidang konservasi lingkungan di mana salah satu program utamanya adalah program Kesehatan, bernama KLINIK ASRI untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.   


    Satu dari hal menarik yang ASRI lakukan dimulai dari pendekatan masalah yang diselesaikan adalah melakukan ‘Radical Listening’ dan ini pula yang mendasari lahirnya  Alam Sehat Lestari (ASRI). Berawal ketika mereka bertanya kepada masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) di Kalimantan Barat: ”Jika masyarakat dunia ingin berterima kasih kepada Anda karena melestarikan hutan, apa wujud terima kasih yang Anda butuhkan?”  

    Pendekatan ini menitikberatkan pada pemecahan masalah yang idenya sumbernya datang langsung dari masyarakat Dari jawaban terkumpul, permasalahan terbatasnya mata pencaharian yang menjadi penyebab masyarakat melakukan illegal logging dan masih mahalnya akses kesehatan menjadi dua concern utama. Sebagai konsekuensi positif, sekarang tidak ada lagi dilema antara memilih menebang hutan atau menebus biaya kesehatan.   Kaitannya dengan fokus kerja, ASRI berkomitmen untuk mengkombinasikan isu lingkungan yang memiliki keterkaitan erat dengan isu kesehatan. Hal ini dilakukan mengingat konteks geo lokasi dan keadaan lokal kebiasaan masyarakat yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

    30 min
  • Merawat Toleransi dengan Peacepreneurship

    Di episode ini, Basuara menghadirkan Kristi Praptiwi yang menjalankan Proyek “peacepreneurship” mempertemukan anggota kelompok pemuda Aliansi Kerukunan Antar-Pemuda Lintas Agama (AKAPELA) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk berkolaborasi dalam kampanye harmoni sosial melalui usaha kecil yang dipimpin oleh pemuda.

    Menariknya Peacepreneurship mengharuskan peserta untuk berinteraksi dengan orang lain dari latar belakang agama yang berbeda, misalnya untuk pendampingan usaha kecil.



    24 min
  • Apa Kata Mereka tentang Konsep Pendidikan di KTI Bagian 1

    Di episode kali ini, menghadirkan dua anak muda yang sama-sama bergerak dalam isu pendidikan. Victor Matanggaran, Directur Macanga Institute, peserta Program INSPIRASI 2021 Macanga Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat di Sulawesi Barat yang terutama berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan. 

    Macanga Institute mendukung generasi muda dari pedesaan bahkan daerah terpencil di Sulawesi Barat untuk meningkatkan partisipasi mereka di perguruan tinggi, membangun kapasitas mereka untuk menghadapi persaingan global di masa depan melalui program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan yang terintegrasi. Riset adalah kekuatan kami dalam merancang program di masyarakat. Penelitian tindakan partisipatif dan desain bersama harus dilakukan terlebih dahulu di setiap desain proyek untuk memastikan bahwa program kami berpusat pada orang. Kami mendorong tim kami untuk kreatif dan inovatif di bidang yang mereka minati. 

    Narasumber berikutnya adalah Tirsana Kailola Director Of Child Program - Pohon Sagoe dan Alumni Program INSPIRASI 2019. Pohon Sagoe Didirikan oleh sekelompok anak muda di Ambon dengan beberapa latar belakang yang berbeda dan berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan belajar. 

    Kedua narasumber akan berbagi ide dan perspektif mereka tentang konsep pendidikan di Kawasan Timur Indonesia. 

    29 min
  • Apa Kata Mereka tentang Konsep Pendidikan di KTI Bagian 2

    Victor Matanggaran, Director Macanga Institute, peserta Program INSPIRASI 2021 Macanga Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat di Sulawesi Barat yang terutama berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan.  Macanga Institute mendukung generasi muda dari pedesaan bahkan daerah terpencil di Sulawesi Barat untuk meningkatkan partisipasi mereka di perguruan tinggi, membangun kapasitas mereka untuk menghadapi persaingan global di masa depan melalui program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan yang terintegrasi. Narasumber berikutnya adalah Tirsana Kailola Director Of Child Program - Pohon Sagoe dan Alumni Program INSPIRASI 2019. Pohon Sagoe Didirikan oleh sekelompok anak muda di Ambon dengan beberapa latar belakang yang berbeda dan berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan belajar.  

    Kedua narasumber akan berbagi gagasan dan perspektif mereka bagaimana pendidikan mencetak sumber daya manusia yang berbasis pada konteks lokal dengan memanfaatkan potensi lokal. 

    34 min
  • Di Balik Layar Pendamping Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

    Episode Basaura kali ini mengangkat cerita Nurul Amaliah, Petugas Pendamping Korban UPT PPA (Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak) Provinsi Sulawesi Selatan. Sehari-hari berhadapan dengan berbagai jenis korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di UPT PPA Sulawesi Selatan. Nurul memiliki peran penting dalam kegiatan pendampingan maupun pemulihan korban: menerima keluhan atau masalah yang dialami korban, serta mendampingi korban dalam penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan pengadilan dan pelayanan psikologis. Banyak cerita menyesakkan hati namun di balik itu banyak pula cerita mengharukan jika korban kembali bersemangat menjalani hidup setelah memperoleh pendampingan.  

    26 min
  • Noken Adat untuk Kesejahteraan Masyarakat Adat

    Di episode kali ini, menghadirkan Daniel Sedik, CEO dan Founder Noken Adat. Sebuah Social enterprise yang mengembangkan jasa pendampingan masyarakat adat untuk membantu menghubungkan masyarakat adat dengan mitra Noken Adat yaitu dari LSM, Tokoh UMKM , Influencer, bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan terkait aturan adat , perizinan adat , pelatihan umkm , atau yang lainnya yang berhubungan dengan kearifan lokal dengan cara pendekatan langsung ke tokoh masyarakat adat dan juga ke calon mitra noken adat yang nantinya akan ter-realisasi juga dalam bentuk platform (website, mobile) Noken Adat.

    20 min

About Basuara (BaKTI Pu Suara)

From the publisher's feed

Di podcast Basuara, kami mengajak Anda menyelami budaya timur Indonesia, berkenalan dengan figur yang inspiratif, tradisi yang unik, hingga isu sosial yang sedang dihadapi di Papua, Maluku, Nusa…