Setengah tahun ini, kita belajar untuk menahan diri. Menahan diri keluar rumah, ke tempat favorit, buat beli yang gak urgent, bahkan berdekatan dengan teman2 n kerabat2 kita. Dan satu lagi yg kita pelajari: menahan diri untuk atur emosi di dalam rumah. Ya, rumah jadi tempat interaksi tersering dalam kehidupan kita setengah tahun ini. Gak jarang, konflik dan clash terjadi. Entah ortu-anak, suami-istri, saudara2. Belom lagi lonflik dengan mereka yang dari luar, karena udah jarang kita jumpai. Ketika semua konflik itu terjadi, maka tema pengampunan muncul kembali. Jujur, sulit. Lantas, apa yang harus kita lakukan dalam mengampuni? Pendam kesalahan dia/mereka dalam memori??? Atau lupakan saja dan berkata, "aku udah maafin?" Untuk yg kedua, tepatkah hal itu dikatakan "mengampuni?" Selengkapnya di BEBAS MENGARAH.