Menemukanmu saat senja, ibarat menggenggam bunga mawar saat mekar. Menahan perih sayat duri halusmu, tak sebanding dengan perihnya sayatan rindu yang hampir putus asa. Hampir. ... Maka, aku bergantung kepadamu, Tuan. ... kau mau memberiku pasti, di penghujung waktu senja yang semakin sempit. —Pensil Senja, April 2021.
---
Send in a voice message: https://anchor.fm/pensilsenja/message