dibulan Desember bersua hampa dengan seorang. Manusia tak harus menjadi rumah tapi izin ku menetap pada jiwa damaimu. Seseorang yang berani masuk duniaku lalu menjadi obat untuk luka yang ada
sebenarnya ini surat buat seseorang yang saya juga gak tau rasa saya dia lihat apa gak, tapi itu rasa bagaimana pun tak kasat mata bahkan tak ada rupa.
mewajarkan banyak hal itu susah, saya yang perasa dan gak bisa bodo amatan. saya yang gak bisa lama lama mendam hal-hal kecil maupun besar. Berujung ya udah manusia, wajar
pada pundak yang mengangkat semua, pada hati yang tak kunjung sembuh yang masih terluka menganga lebar, pada sabit yang membengkak. kini terjatuh untuk mendekap hangat.