
Sign up to save your podcasts
Or


"Nasib tragis seorang penulis yang berumur panjang biasanya ada dua: keras kepala dan suka mengunggul-unggulkan masa lalu, serta gemar sekali menggerutu" --Widyanuari Eko Putra, Yang Tinggal Hanyalah Kata
Riwayat Kota Lama, dan Keunggulanya sebagai Warisan Dunia (Sinar Hidoep, 2020), menyajikan sejarah Kota Lama Semarang secara komprehensif, mulai dari latar belakang, faktor pendukung, proses pembentukan, perkembangan dari era VOC hingga awal kemerdekaan, serta peran pentingnya pada masa silam. Selain itu, buku ini juga dilengkapi riwayat dan foto-foto kuno-kini 200-an bangunan di Kota Lama dan sekitarnya.
Dengan menggunakan umber-sumber kredibel, seperti dokumen resmi, peta, catatan perjalanan, buku telepon, foto-foto, surat kabar sezaman, karya ilmiah dan literatur-literatur pendukung, tim Departemen Sejarah Universitas Diponegoro meramunya menjadi kritik dan interpretasi, yang membuahkan karya historiografi yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Sila dengar #ArsipBukitBuku Eps. 9 di Bukit Buku!
Hal apa yang pertama kali terbesit dalam benakmu saat mendengar musik puisi? musik dengan lirik yang puitis? atau lagu-lagu yang membangkitkan emosimu secara tak sadar? Lalu, bagaimana kalau musik puisi dipadupadankan dengan musik genre blues?
Mari dengarkan #ArsipBukitBuku ini dan perluas pengalaman bermusikmuuu.., cekidot!
Novel Arya Panangsang, berangkat dari perspektif culture studies, satu disiplin yang relatif baru dalam pengkajian kebudayaan di Indonesia, yg mungkin ada beda dg studi sejarah, sosiologi, juga antropologi.
Mari kita belajar bersama!
Perbukuan makin berkembang seiring perubahan zaman. Meski ada buku versi digital, pada dasarnya tetaplah sama. Ada desain sampul dan layout isi. Pada kesempatan kali ini Pak @koskow, yang juga aktif sebagai seorang pekerja kreatif dalam perbukuan independen di Yogyakarta dan seorang pengamat desain buku, akan memberikan apresiasi serta mengulas buku dari sisi teknis hingga estetis.
Ngalembuku merupakan media alternatif yang membagikan pengalaman membaca buku yang berupaya mengokohkan mental literasi kami serta berharap, pengalaman membaca yang dibagikan dapat menjadi pintu gerbang untuk menemukan buku-buku yang diinginkan.
"Dunia baru butuh nabi baru. Namun tak seorangpun ingin dipilih menjadi nabi. Lalu bagaimana pencarian sang nabi terus dilakukan?"
Bukankah jatuh berkali-kali itu tanda kita berhasil menembus luas jarak dan ruang. Meski yang sunyi tak selalu berkabar baik, kepadamu kualihkan arti sunyi itu. Kubunyikan lonceng tanda pergantian cuaca di kota yang tiba-tiba gersang sehabis mengusir bencana. Telah kutemu kebahagiaan lain dalam menara babel, dalam guernica, dalam minotaur, dalam negara yang digoncang perang dan pengungsian. Telah kutemu semua itu dalam dirimu, dan kupastikan dirimu baik-baik saja.
Episode kali ini, akan membicarakan tentang bagaimana cara Komunitas Terbaca dan https://www.bacabukumu.id/ dalam berkolektif dan menjaga iklim dan ekosistem berliterasi. Ngobrol bareng komunitas, mengusung tema besar “buku” sebagai landasan persatuan, menjaga kekayaan wawasan juga landasan berfikir.
Adanya wabah pandemi Covid-19, berdampak cukup serius bagi dunia literasi. Pembatasan sosial banyak membuat event-event sastra tertunda, atau bahkan terancam dibatalkan. Berbagai industri berbukuan konvensional cenderung mandeg. Penjualan buku-buku di berbagai negara turun drastis, setidaknya, di Indonesia turun sekitar 40 sampai 70 persen sejak Maret 2020.
From the publisher's feed