
Sign up to save your podcasts
Or


5 hari dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Pekanbaru, masih banyak masyarakat yang tidak peduli dengan aturan PSBB.
Hal ini disampaikan Sekda Pekanbaru, M Noer sesuai dengan hasil evaluasi tim gugus tugas covid 19 Kota Pekanbaru.
Gubernur Riau Syamsuar Selasa pagi meresmikan Laboratorium Biomolekuler Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Riau.
Laboratorium tersebut diprioritaskan untuk memeriksa uji swab Pasien Dalam Pengawasan dan tenaga kesehatan yang menangani pasien positif Covid-19.
penambahan 4 kasus positif covid-19 sehingga total di Provinsi Riau terdapat 34 kasus positif (21 dirawat, 9 sehat dan sudah dipulangkan, dan 4 meninggal dunia), 165 PDP yang masih dirawat (166 PDP negatif covid-19 dan dipulangkan, dan 38 PDP meninggal dunia) dan 11.606 ODP dalam pemantauan (29.542 ODP sudah selesai pemantauan).
Setidaknya 26 pengunjung warnet Airas Fantasy X Net yang terletal di Jalan Soebrantas, Senin siang diamankan oleh Satpol PP Pekanbaru.
Warnet tersebut diketahui tetap beroperasi disaat Pemerintah Kota Pekanbaru tengah menerapkan Pembatsan Sosial Berskala Besar atau PSBB guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di Pekanbaru.
Gubernur Riau Syamsuar mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan doa dan zikir dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.
Kendati PSBB sudah dilaksanakan sejak akhir pekan lalu, namun sampai saat ini masyarakat masih belum menerima bantuan sembako yang dijanjikan. Sementara kondisi saat ini ditengah masyarakat, semua terdampak covid 19. Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi menyebut saat ini masih dilakukan vaidasi data masyarakat penerima bantuan .
Pemprov Riau sudah bisa menerima sampel lendir atau swab pasien dalam pengawasan Covid-19, setelah alat PCR yang baru didatangkan, mulai beroperasi hari ini
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi, mengingatkan masyarakat untuk tidak takut atau menjauhi pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan yang sudah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.
hingga kini penyaluran insentif untuk tenaga medis belum bisa dilakukan Pemprov Riau. Hal ini disebabkan belum turunnya juknis penyaluran insentif tersebut dari kementerian kesehatan.
Kapasitas ruang isolasi yang kini dimiliki oleh rumah sakit di Riau diklaim masih cukup untuk menampung pasien covid 19 yang ada saat ini.
From the publisher's feed