
Sign up to save your podcasts
Or


Usulan Walikota Pekanbaru, Firdaus, agar Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB diberlakukan di Pekanbaru sudah disetujui oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kosekwensinya seluruh masyarakat Pekanbaru, saat ini sudah dinyatakan sebagai ODP atau orang dalam pemantauan
Draft Peraturan Walikota atau Perwako tentang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB untuk Kota Pekanbaru sudah diajukan ke Gubernur Riau. Draft itu akan diharmonisasi dan disesuaikan dengan peraturan gubernur yang sedang digodok pemerintah provinsi
Terjadi penambahan 4 kasus positif covid 19 di riau, hingga berjumlah 20 orang, dimana 16 dirawat, 2 sehat dan pulang,
2 meninggal
Pemerintah Provinsi Riau menyesalkan masih banyaknya masyarakat yang tidak berempati terhadap Pasien Dalam Pengawasan atau PDP yang dinyatakan meninggal dunia, bahkan menyebarkan foto dan video almarhum melalui media social
PSBB di Kota Pekanbaru diperkirakan baru diberlakukan tiga hari ke depan. Sebab, ada tahap yang harus dilalui setelah pengajuan disetujui oleh Menteri Kesehatan RI.
Walikota Pekanbaru Firdaus, membenarkan surat keputusan menteri Kesehatan untuk pemberlakukan PSBB di Pekanbaru sudah keluar. Pada surat itu, Kota Pekanbaru diminta untuk melaksanakan PSBB guna mencegah penyebaran dan memutus mata rantai virus corona (Covid-19) di Pekanbaru.
PEMKO PEKANBARU AKAN MELAKSANAKAN PSBB SELAMA 20 HARI - HBP (14 APRIL 2020)
TERKAIT PELAKSANAAN PSBB PEMKO MEMBERHENTIKAN PELYANAN YANG BERSIFAT TATAP MUKA SEPERTI MPP & DISDUKCAPIL
DALAM PELAKSANAAN PSBB PEMKO PEKABARU MENSIAGAKAN TNI, PORI & SATPOL PP DAN AKAN MENGAKTIFKAN 21 PASAR TRADISIONAL - HBP 13 APRIL 2020
LANGKAH YANG DI AMBIL PEMKO SETELAH TURUNNYA SURAT PERSETUJUAAN PSBB DARI MENKES - HBP (13 APRIL 2020)
From the publisher's feed