
Sign up to save your podcasts
Or


🎙️ Episode 3 | “Titipan Roti, Obrolan yang Tak Biasa”
Ibu hanya bilang, “Jangan pulang malam.”
Tapi titipan roti itu terasa seperti bentuk sayang yang tak pernah berubah.
Di episode ini, Marsi bercerita tentang pertemuan kecil dengan Mas Zahim, tawa yang lama hilang, dan caranya menyembunyikan luka agar Ibu tak khawatir.
Tentang keluar rumah yang tak cuma soal izin, tapi juga soal pulang dengan perasaan lebih tenang.
🎧 Dengarkan sekarang—karena kadang, roti bisa jadi tanda rindu… yang tak sempat diucap.
🎙️ Episode 2 | “Hari Itu, Ibu Tak Banyak Bicara”
Kondisi Ibu memburuk, tapi ketakutannya pada rumah sakit membuat kami harus memahami cara lain untuk merawat—dengan doa, kesabaran, dan perhatian kecil.
Di episode ini, Marsi berbagi kisah hari-hari rawan yang sunyi tapi penuh makna. Tentang kepercayaan Ibu yang perlahan tumbuh padaku. Tentang perasaan jadi “anak perempuan” di rumah yang lebih sering berpihak pada anak laki-laki.
🎧 Dengarkan sekarang dan resapi setiap detiknya—karena cinta tak selalu hadir lewat kata yang lembut.
🎙Episode 1 | “Marsi, Guru Honorer”
Di balik keseruan anak-anak dan profesi guru honorer, Marsi seorang anak bungsu yang mulanya enggan mengajar, memegang banyak cerita yang tak semua orang tahu. Harapan orang tua, tekanan ekonomi, kenangan bersama dua kakak laki-lakinya, serta kondisi kesehatan ibunya yang mulai menurun, membentuk pergumulan batin yang hangat sekaligus getir.
Di tengah pekerjaan yang meletihkan, kucing kecil bernama Megu dan obrolan dapur menjelang buka puasa, Marsi memahami bahwa menjadi dewasa bukan soal umur, melainkan soal bertahan, memberi, dan memahami arti pulang.
“QUESTION FOR QUERIDISMA !” | EPS 5
🎙️ Episode 5: Sendu Sembunyi
Apa yang kita lakukan ketika kenyataan menghantam lebih keras dari yang kita duga?
Di episode ini, Ernesto mendapati dirinya harus melawan serangan penyakit yang datang tiba-tiba. Di balik rasa sakit fisik yang dideritanya, ada beban emosional yang tak kalah berat. Sementara itu, Leo mencoba bertahan dengan kenyataan pahit bahwa kesehatannya semakin memburuk, membuat setiap hari terasa seperti perjuangan tanpa akhir.
Namun, kisah ini tidak berhenti di sana. Rahasia besar yang telah lama tersembunyi dalam keluarga Aryo akhirnya terungkap. Garry, yang tak pernah menduga hal ini, harus menghadapi kenyataan yang meruntuhkan kepercayaannya.
✨ "Kadang, pengampunan adalah hadiah terindah yang bisa kita berikan pada diri sendiri."
Episode ini mengajak Kamu menyelami perjalanan emosional yang penuh dengan air mata, kejujuran, dan keberanian untuk menghadapi luka yang mendalam.
🌟 Jika Kamu mencari cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh dan menginspirasi, Episode 5: Sendu Sembunyi adalah jawabannya.
“Ketika hati yang terluka menemukan kehangatan di tengah badai kehidupan.”
Di tengah berbagai tantangan, hubungan satu sama lain semakin diuji. Zakaria berusaha mendekati Lavender, tetapi hubungannya menjadi tegang setelah Lavender mengetahui pandangan Zakaria tentang Ernesto. Lavender menegaskan bahwa pasangannya harus menghormati dan menerima sepupunya, Ernesto, yang tengah berjuang dengan kesehatan dan luka batinnya.
Sementara itu, Garry menunjukkan sisi penuh perhatian saat terus mendampingi Ernesto yang rapuh. Kebaikan hati Garry terlihat ketika ia rela mengesampingkan perasaannya pada Nata demi mendukung sahabatnya. Namun, Nata sendiri berada di persimpangan, terombang-ambing antara perasaannya pada Ernesto dan Garry.
Di sisi lain, Edward datang sebagai sepupu yang penuh kasih terhadap Ernesto, meskipun membawa cerita tentang keluarganya yang rumit. Ia berbagi kekhawatirannya tentang ayahnya yang sedang sakit parah, menciptakan momen haru yang memperkuat hubungan mereka.
Ketegangan emosional dalam episode ini mencerminkan konflik mendalam setiap karakter. Di balik setiap tawa dan canda, ada luka yang perlu waktu untuk sembuh. Apakah cinta dan persahabatan cukup kuat untuk menyembuhkan hati yang terluka?
Jangan lewatkan episode terbaru web series kami..!
From the publisher's feed