World Health Organization (WHO) menetapkan corona sebagai pandemik. Indonesia juga menetapkan pandemik Covid-19 ini sebagai bencana nasional sejak Sabtu (14/3). Pemberitaan media arus utama dan gosip di ragam linimasa medsos dihebohkan perbincangan seputar corona. Informasi berbaur, antara fakta, hoaks bahkan propaganda, dan seolah membangkitkan luka lama yang terpelihara dalam memori kolektif “para petarung opini” di dunia maya. Wabah corona ini membawa dampak ikutan. 7 bulan, tak terasa pagebluk ini telah membuat ritme hidup melambat. Yang ngebet punya pacar, yang jadwal wisuda sudah di depan mata, yang pengen segera dapat kerja, yang sudah tanda tangan kerjasama usaha, juga yang sudah menentukan tanggal perkawinan, mau tidak mau harus ditunda. Tak lupa, yang mau jadi kepala daerah, sabar sebentar. Tetap berdoa semuga rekomendasi partai tidak pindah tangan. Masa seperti ini adalah momen yang tepat untuk melakukan refleksi diri, melakukan penjelajahan ke dalam relung jiwa, untuk menemukan hidup yang sejatinya. Yang tak sekedar mampir ngopi, tapi juga mampir ngudud, sambil nyemil gorengan bersama keluarga biar lebih terasa nikmatnya. Thanks to: Mas Adhi Nur Seto #BelaNegaraMasaKini #Covid19 #Cangkrukan