Cerita Hidup

Cerita Hidup

Download on the App Store

Cerita Hidup episodes

  • Mandalawangi - Soe Hoek Gie #CoverSAJAK3
    Senja ini
      
    Ketika matahari turun kedalam jurang – jurangmu
    Aku datang kembali
    Kedalam rimbahanmu, dalam sepimu, dan dalam dinginmu
    Walaupun semua orang berbicara tentang manfaat dan guna
    Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
    Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
    Seperti kau terima daku
    Aku cinta padamu parah gu yang dingin dan sepi
    Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
    Hutanmu adalah misteri segala
    Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
    Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti mandalawangi
    Kau datang kembali dan bicara padaku tentang kehampaan semua
    Hidup adalah soal keberanian
    Menghadapi yang tanda Tanya
    Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
    Terimalah dan hadapilah
    Dan antara ransel – ransel kosong dan aapi unggun yang membara, aku terima ini semua
    Melampaui batas – batas hutanmu, melampaui batas – batas jurangmu
     Aku cinta padamu pangrango
     Karena aku cinta pada keberanian hidup
    2 min
  • Peringatan Wiji Thukul #CoverSAJAK2✊✍️
    Jika rakyat pergi 
    Ketika penguasa pidato 
    Kita harus hati-hati 
    Barangkali mereka putus asa 
    *** 
    Kalau rakyat bersembunyi 
    Dan berbisik-bisik 
    Ketika membicarakan masalahnya sendiri 
    Penguasa harus waspada dan belajar mendengar 
    *** 
    Bila rakyat berani mengeluh 
    Itu artinya sudah gawat 
    Dan bila omongan penguasa Tidak boleh dibantah 
    Kebenaran pasti terancam 
    *** 
    Apabila usul ditolak tanpa ditimbang 
    Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan 
    Dituduh subversif dan mengganggu keamanan 
    Maka hanya ada satu kata: 
    Lawan!!
    *** 
    (Wiji Thukul, 1986)
    2 min
  • Kupanggil Namamu - WS Rendra #CoverSAJAK1 💞🗣️👂👅
    Sambil menyeberangi sepi 
    kupanggil namamu, wanitaku 
    Apakah kau tak mendengarku? 
    ***
    Malam yang berkeluh kesah 
    memeluk jiwaku yang payah 
    yang resah 
    kerna memberontak terhadap rumah memberontak terhadap adat yang latah 
    dan akhirnya tergoda cakrawala. 
    ***
    Sia-sia kucari pancaran sinar matamu. 
    Ingin kuingat lagi bau tubuhmu 
    yang kini sudah kulupa. 
     Tak ada yang bisa kujangkau 
    Sempurnalah kesepianku. 
    ***
    Angin pemberontakan menyerang langit dan bumi. Dan dua belas ekor serigala muncul dari masa silam merobek-robek hatiku yang celaka. Berulang kali kupanggil namamu Di manakah engkau, wanitaku? Apakah engkau juga menjadi masa silamku? Kupanggil namamu. Kupanggil namamu. Kerna engkau rumah di lembah. Dan Tuhan ? Tuhan adalah seniman tak terduga yang selalu sebagai sediakala hanya memperdulikan hal yang besar saja. Seribu jari dari masa silam menuding kepadaku. Tidak Aku tak bisa kembali. Sambil terus memanggil namamu amarah pemberontakanku yang suci bangkit dengan perkasa malam ini dan menghamburkan diri ke cakrawala yang sebagai gadis telanjang membukakan diri padaku Penuh. Dan Prawan. Keheningan sesudah itu sebagai telaga besar yang beku dan aku pun beku di tepinya. Wajahku. Lihatlah, wajahku. Terkaca di keheningan. Berdarah dan luka-luka dicakar masa silamku.
    3 min

About Cerita Hidup

From the publisher's feed

Menghibur anda yang sedang galau dimanapun anda mendengarkan suara saya ini.