
Sign up to save your podcasts
Or


aku tidak mempermasalahkan hubungan kalian
seperti itu, itu hak kalian..namun yang aku tidak suka
kamu seakan tidak memperdulikan perasaannya adit
padahal kamu sendiri juga menyukai dia. aku kemari
marah karena aku merasakan bagaimana sakitnya perasaan
dia. jangan main-main sama perasaan orang fi, banyak
orang stress, gila cuman karena cinta.
kamu dengan bangganya bermesraan dengan pacarmu
namun kamu sendiri masih memperhatikan adit.
aku bingung mau bicara sama siapa, yang kutahu
semua pasti tidak akan menerimanya.
iya dit sama-sama, kalau kamu ada apa-apa atau
kamu ingin cerita, ngobrol hubungi aku aja. oia kamu
belum punya nomer aku kan?
mmmh..yaudah mana nomer hp-mu aku miskol nomer-mu.
udah itu nomerku disave ya.
iya jal. yaudah ini udah malam aku pulang dulu ya,
coba lihat muka kamu.
kupegang mukanya adit dengan kedua tangan-ku dan
kuseka sisa-sia air matanya.
meskipun aku berusaha untuk melupakan rofi namun
tetap saja aku tidak bisa menahan rasa cemburu ini
melihat keakraban mereka "gumam-ku
aku sudah menduganya ternyata benar "ucap rijal yang
tiba-tiba ada dibelakang-ku.
Eh jal...aku mau bicara sama kamu nanti jam 21.00 wib.
aku nanti akan datang kerumahmu. "ucap rijal yang sembari
pergi.
ih kalian sosweet banget sih ayo jadian "ucap Ratna
dengan sedikit becanda.
Gimana adit mau gak jadi pacar aku "ucap rijal.
ini orang terang-terangan banget gak malu apa ya
"gumam-ku. ogah ah udah ah ayo makan lagi.
lagi-lagi rijal tertawa, dia ternyata orangnya selain
ganteng juga orangnya asyik dan rame syukurlah aku
dapat teman baru lagi disini "gumam-ku.
dit kirain kamu gak mau kesini, ayo duduk sini "ucap rofi.
aku tadi pengen tiduran dulu fi, tapi lama-lama ko dingin
jadinya kesini deh. baguslah kalau begitu biar gak bosen
juga disana.
iya fi...kamu gak nyanyi lagi fi..suara kamu bagus loh fi.
oh kamu mau dengar suara-ku lagi, baiklah kalau begitu
nanti kalau teman-ku sudha selesai aku mau nyanyi
khusus buat kamu "ucap rofi dan aku hanya tersenyum
saja.
kamu kenapa tiba-tiba sewot, habisnya kamu gak
bilang-bilang kalau mau kesini, aku takut kamu
kenapa-napa kenapa kamu gak bangunin aku?
"tanya-ku.
aku sengaja gak bangunin kamu takut gangu, kenapa
kamu seperti ini gara-gara ucapan-mu semalam? jadi
kamu bersikap seperti ini padaku?
adit-pun terdiam dam melanjutkan bersih-bersih badannya.
From the publisher's feed