Stigma tentang model perempuan adalah isu yang sudah ada sejak dulu. Seringnya, orang-orang menganggap kalau hanya perempuan yang ada pada standard kecantikan tertentu yang bisa jadi model. Makanya perubahan yang ada pada tubuh seorang model kadang jadi celah bagi orang lain untuk melakukan body shaming.
Seiring dengan berkembangnya isu body positivity, trend pun mulai bergeser dan banyak brand mulai menggaet para plus size model. Namun sayangnya, gak semua orang bisa nerima trend ini, bahkan beberapa dari mereka menyebutkan bahwa memberi panggung pada plus size model sama saja dengan tindakan promoting obesity dan mewajarkan gaya hidup tidak sehat.
Hal ini pernah dirasakan oleh Kania Dachlan, seorang plus size model asal Bandung yang berkali-kali menerima komentar negatif tentang bentuk tubuhnya. Bahkan, setelah Kania melakukan diet dan berhasil menurunkan berat badan hingga 40kg komentar negatif masih terus berdatangan. Ironisnya, hate speech ini datang dari kalangan plus size yang merasa ditinggalkan oleh Kania karena keputusannya untuk diet.
Sempat merasa bahwa dirinya tidak diterima dengan baik di manapun, Kania akhirnya menyadari bahwa dirinya lebih berharga dari omongan orang lain tentang bentuk tubuhnya.
Yuk, simak cerita lengkapnya di Podcast Cerita Parapuan episode 10 ini!