
Sign up to save your podcasts
Or


Posisinya ada di tengah tengah antara online marketplace, dengan independensi toko online.
Solusi buat Anda yang mau mulai paralel membangun channel di luar online marketplace, tapi ga mau ribet buat website sendiri.
Kenapa dan bagaimana eCommerce Enabler ini bisa membantu bisnis online Anda lebih agile, independen dan berkembang?
Selengkapnya di episode ini.
...
(02:04) eCommerce Update
(05:31) Topik Utama
(07:26) Ngiklan Juga?
(10:14) Kenapa Harus Bambang?
(11:04) Definisi eCommerce enabler
(13:24) Jenis jenis eCommerce enabler
(13:56) Shopify
(15:12) YukBisnis
(16:00) Berdu.id
(17:08) Scalev.id
(18:58) SIRCLO
(19:52) Orderonline
(20:51) Komerce
(22:09) Pelan pelan Mandiri
(23:30) Jadi
....
Visit : commercesation.com
Sadar ga sih kalau semua aplikasi, terlepas itu ecommerce atau bukan, sekarang punya fitur keuangan?
Mulai dari pinjaman spesifik, peer-to-peer, dan tentunya Paylater?
Kenapa hal itu terjadi?
Selengkapnya kita obrolin di sini.
---
(03:05) Konsumtif?
(04:40) Cuan
(05:43) Jadi..
---
Kunjungi website kami di commercesation.com
2 Entitas bisnis ini mempunyai jawaban yang sangat jenius, dari pertanyaan skeptikal seperti ini:
"Emang pelanggan mau beli di toko online di luar marketplace?"
Caranya yang menarik ini kita pelajari dan ternyata ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Dengarkan selengkapnya.
Please enjoy
Di tengah kondisi politik yang sedang panas akibat adanya usaha pembangkangan terhadap hukum dan pencideraan terhadap demokrasi, dengan kesaktiannya, Netizen bisa melakukan identifikasi jenis pesawat dari hanya melalui foto jendelanya saja.
Lebih dari itu, bahkan Netizen bisa mengetahui keterkaitan kepemilikan pesawat yang digunakan oleh kolega eksekutif tersebut sampai afiliasinya ke induk perusahaan eCommerce terbesar se-ASEAN.
Bahkan, spekulasi ini terus bergulir hingga memunculkan isu akan adanya boykot terhadap platform eCommerce tersebut karena dianggap terkait dengan carut-marutnya peristiwa politik belakangan ini.
Haruskan kita boykot platform tersebut?
Apa yang harus kita lakukan?
Please enjoy
Pak Kemenkop dan UMKM aja sampai mewanti-wanti kehadiran aplikasi yang satu ini di Indonesia.
Pokoknya kalau sampai aplikasi yang satu ini masuk, wassalam deh semuanya.
Akhirnya siapa lagi yang terdampak dari persaingan antar raksasa eCommerce ini?
Pembeli? Platform? atau malah Merchant atau Penjual?
Dengarkan selengkapnya di sini.
Belakangan update fitur dari beberapa marketplace terbilang cukup merugikan penjual, padahal dengan teknologi eCommerce Enabler yang sudah sangat canggih, dan payment gateway yang cukup beragam, para seller ini bisa saja memindahkan pelanggan setianya ke websitenya sendiri.
Di tengah market yang sudah mature, plus marketplace yang menambahkan banyak biaya di luar biaya produk dan ongkir, hal ini bisa saja menjadi momentum yang bagus, kan?
Lantas apa lagi yang menghalangi?
Selengkapnya di sini.
----
Dengarkan semua episode di sini.
Segmen furniture dan home appliance ini termasuk segmen yang sulit penetrasinya dan tentunya cukup besar biayanya.
Dekoruma bukan hanya bisa survive saat startup lain di niche yang sama berguguran, tapi bahkan bertumbuh yang rasanya layak dijadikan kompetitor dari raksasa furniture IKEA.
Bagaimana strateginya dan apa rencana kedepannya?
Please enjoy.
--
Transkrip podcast di sini.
Memang namanya tidak seterkenal marketplace lain, tapi basis pengguna yang setia dan jutaan produk yang sudah listing di platform ini adalah bukti kalau platform ini tidak bisa diremehkan, khususnya untuk produk fashion wanita.
Fashion wanita menjadi basis produk yang sangat tinggi sirkulasinya di sini, ada banyak barang preloved dengan kualitas yang cukup baik dan harga yang lebih terjangkau dari harga baru.
Siapa dia? Siapa platform yang meraup Trilliunan dari jual produk second-hand atau preloved ini?
Please enjoy..
---
Tautan terkait :
Dunia toko online di sosial media X (Twitter) sedang ramai dengan kasus brand yang salah satu tag merek di produknya copot, dan memperlihatkan merek dan tentunya harga asli dari produknya yang ternyata 10x lebih mahal dari aslinya.
Dari sudut pandang customer mungkin ini pengalaman kurang menyenangkan, sedangkan dari sudut pandang marketing hal ini tentunya sebuah kecerdasan marketing.
Saat yang lainnya justru banting harga adu murah, brand ini malah 'berhasil' menjual produk murah dengan harga yang lebih mahal.
Agak anomali, ya?
Kenapa bisa seperti itu dan apa yang bisa kita tiru dari strategi positioning brand ini?
Selengkapnya di episode ini.
---
Sumber :
From the publisher's feed