Artikel edisi Minggu (12/9/2021) di acara Ngobras 17:00-20:00.
di tulis Oleh :Alfian Faruq.
Publik sempat dihebohkan karena ada isu penjualan data penduduk oleh hacker.Namun pemerintah sudah menjamin bahwa tidak ada kebocoran data pada aplikasi E-HAC, sehingga mereka bisa mengunduh dan menggunakannya tanpa perlu khawatir akan terjadi peretasan.
Digitalisasi data adalah hal yang baru di Indonesia selama beberapa tahun ini. Dengan pencatatan secara digital maka kelebihannya adalah data lebih cepat masuk dan tertata rapi, sehingga dengan mudah ditemukan hanya dengan beberapa kali klik. Selain itu, bisa untuk mencegah adanya pencatatan data double dan miskomunikasi.
Dengan adanya aplikasi maka digitalisasi data akan lebih mudah, karena masyarakat tinggal men-download lalu mengisinya dengan data pribadi. Akan tetapi mereka jadi ketakutan karena ada isu ketika hacker meretas dan membocorkan data banyak orang di Indonesia, lalu menjualnya ke beberapa pihak dengan bayaran mata uang kripto.
Akan tetapi hal ini tidak terjadi di kartu digital Ehac, yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan bahwa tidak ada upaya pengambilan data pada server E-HAC. Hal ini disimpulkan setelah ada penyelidikan yang dilakukan oleh polisi siber, terhadap Kementerian Kesehatan dan mitranya. Aplikasinya pun aman digunakan oleh masyarakat.
Irjen Pol Argo melanjutkan, ketika terbukti tidak ada kebocoran data maka bantuan dari polisi siber dihentikan. Dalam artian kasus sudah dinyatakan selesai karena dugaan peretasan terhadap aplikasi Peduli Lindungi sebagai ‘rumah’ bagi Ehac, tidak benar.
E-HAC alias electronic healt halert card diciptakan agar pelaku perjalanan, baik domestik maupun internasional, tercatat data-data pentingnya. Kartu ini terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi, sehingga dengan menunjukkan gawai, maka seseorang bisa terlihat bahwa ia sudah vaksin atau belum.
Aplikasi Peduli Lindungi terbukti aman dan tidak ada kebocoran data sama sekali, dan makin disempurnakan oleh developernya. Penyebabnya karena dalam aplikasi tersebut ada banyak data penting seperti NIK yang harus diproteksi. Jangan sampai NIK bocor dan akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena ada penyalahgunaan data.