Ada garis batas fisik, ada garis batas mental. Ada yang sementara, ada yang abadi. Garis batas geografis, sosial, biologis, status, gender, privasi, mental, spiritual, dan agama. Bisa dikatakan semua itu memisahkan manusia dalam kotak masing-masing. Garis batas mengurung, memasung, melindungi, dan mengukuhkan sebuah zona aman, tempat individu merasakan kelegaan dan kenyamanan.Ā
Bagaimana pengalaman Agustinus Wibowo merasai batas-batas itu ketika mengunjungi Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Stan-stan yang lain? Ā Mari kita simak diskusi buku Garis Batas bersama Kelompok Dimabuk Buku dan penulisnya Agustinus Wibowo @avgustin88 dan host @jansensiahaan1191 !