Fiksi sejarah selalu mempunyai tempatnya sendiri di hati pembaca. Ketegangan membedakan imajinasi dengan fakta sambil menikmati alur cerita dan buaian kata-kata, menghasilkan sensasi menyenangkan yang unik. Berbeda dengan membaca buku-buku jenis lain.
Victoria Tunggono telah memilih jalurnya sendiri dengan menuliskan trilogi ini. Mengakui peran besar kawan-kawannya di Turangga Seta sebagai pemasok data dan fakta sejarah, Tori--begitu sapaan Victoria--merajut cerita masa kini sambil sesekali melemparkan pembaca ke dimensi dimana kebudayaan tradisional kita meraja. Pembaca diajak membayangkan keindahan arsitektur dan busana tradisional menjadi keseharian yang modern.