dunia tanpa suara

dunia tanpa suara

Download on the App Store

dunia tanpa suara episodes

  • hulu: selamat hari istimewa untuk yang paling istimewa
    keistimewaan yang saya rasakan hari ini juga membuat saya sadar bahwa menyayangi seseorang, bukan sekadar rutinitas monoton di mana kita bisa berhenti berusaha ketika orang itu sudah menjadi bagian penting di hidup kita. di hari yang istimewa ini, saya memahami bahwa menyayangi juga sepaket dengan kehendak untuk menerima seutuhnya. kebaikannya, kekurangannya, kesedihannya, kelemahannya, kekuatannya, bahkan kerapuhannya, sambil sama-sama belajar satu sama lainnya, bahwa di balik setiap kecacatan dan kekurangan, ada pembelajaran yang bisa terus dipahami dan diterapkan, supaya bersamanya menjadi proses berulang yang menyenangkan, untuk mencapai sisi terbaik dari diri kita masing-masing.
    7 min
  • hulu: perlombaan paling adil
    saya setuju dengan statement bahwa hidup ini adalah tentang proses untuk mengantarkan kita menjadi lebih baik setiap waktunya. tapi perbandingan baik dan lebih baik itu sendiri tolok ukurnya bukan dengan membandingkan diri kita dengan diri orang lain, melainkan dengan membandingkan diri kita hari ini dengan versi diri kita di hari sebelumnya.
    6 min
  • hulu: bahagia pun butuh jeda

    Rasanya nggak adil ya kalau kita menguras kebahagiaan yang sekarang sedang rasakan dengan ekspektasi nggak masuk di akal yang bahkan nggak siapapun bisa wujudkan. Dia bikin saya bahagia, harusnya cukup berhenti sampai disitu, tidak perlu ada embel-embel tambahan seperti, saya mau bahagia ini menjadi kekekalan yang berjangka panjang. Rasanya, kayaknya akan lebih mudah kalau kebahagiaan ini cukup dirasakan saja, disyukuri keberadaannya, sehingga dengan rasa syukur yang saya miliki itu, bisa menjadi alasan kuat bagi saya untuk menikmati momen yang ada tanpa perlu berekspektasi tinggi pada kebahagiaan yang sejatinya tidak perlu menjadi harus.

    8 min
  • hulu: tempat paling nyaman untuk pulang

    tapi, ketika sendiri pun rasanya nggak masalah, kebersamaan dengan orang lain bisa membuat kita jauh lebih menghargai hubungan itu sendiri, karena kita nggak sekadar punya, tapi juga paham bahwa rumah itu bukan cuma untuk ditinggali, tapi juga untuk dijaga supaya senantiasa nyaman untuk ditempati.

    6 min
  • monolog: bercerita tentang kehilangan

    "namun dalam setiap prosesnya kita akan paham, bahwa rumah yang kita cari sebetulnya bisa kita bangun seorang diri. rumah yang paling nyaman; rumah yang betul-betul memiliki fungsinya sebagai rumah—yang bisa melindungi kita dari panas dan hujan, serta ancaman bahaya dari dunia luar."

    6 min
  • hulu: sebuah apa kabar untuk kamu

    bersama dia membuat saya mengerti, bahwa ketika dua hati sudah tidak bisa searah dalam perjalanan, ketika dua pikiran sudah tidak bisa berkompromi untuk seiya dalam setiap pertanyaan, ketika pertengkaran dan saling menyakiti selalu menjadi jawaban untuk setiap perbedaan, bersama sudah bukan lagi pilihan untuk menjadi solusi dari akhir yang bahagia.

    8 min
  • monolog: berbicara tentang perasaan

    enggak ada yang salah dengan memiliki perasaan, tetapi menuhankan perasaan sendiri untuk mengontrol kita dalam labirin yang membatasi gerak dalam melakukan sesuatu, itu baru namanya enggak baik. Sebab, yang berlebihan biasanya memang selalu mengantarkan kita pada luka.

    3 min
  • hulu: rehat sejenak dari tingginya ekspektasi

    Semesta enggak jahat. Orang lain yang mematahkan kepercayaanmu sebenarnya juga enggak pernah betul-betul berniat melakukan itu. Memang begitu hakikatnya. Ketika ego sudah memberi makan segala yang nggak baik, untuk mensahkan dosa yang kita pupuk ke diri sendiri maupun orang lain, pada saat itulah semesta melakukan tugasnya untuk menyadarkan kita, walau rasanya harus patah selama beberapa saat, dan itu enggak jahat.

    5 min

About dunia tanpa suara

From the publisher's feed

refleksi dari isi kepala yang selalu diributkan oleh kata-kata.