
Sign up to save your podcasts
Or


waktu enggak akan berhenti, tapi hidup bukanlah pelarian. nikmati pelan-pelan, ada banyak pemandangan yang mungkin sayang untuk dilewatkan kalau kamu terlalu terburu-buru.
kadang kita pura pura gatau kalau orang yang diharapin peduli itu sebenernya enggak pernah benar benar peduli. sampai pada akhirnya nanti, kita akan berjumpa di titik "sudahlah, mau sampai kapan bohongin diri sendiri?"
"apakah kamu harus menjadi rumah untuk semua orang?"
"aku tidak ingin ada yang merasa kesepian"
"tapi percuma menjadi rumah bagi siapapun jika yang dijadikan rumah pun tidak merasa bahagia"
"gelap sekali"
"di luar angkasa juga gelap. hitam tanpa cahaya"
"ada lagi yang lebih gelap, kok"
"apa?"
"hidup tanpa harapan"
"emangnya harapan kayak cahaya?"
"barangkali"
"kecepatannya 3 x 10^8?"
"tidak ada yang tahu"
"terus kenapa kayak cahaya?"
"enggak tahu, asal bicara saja"
"gelap betul malam ini"
"memang"
"tapi semoga besok, masih ada pagi"
"ya pasti ada pagi lah!"
"kan tidak ada yang tahu."
"benar juga. tapi memang betul betul gelap ya"
"biar saja. nanti juga tuhan ganti dengan cahaya yang baru."
"aku tidak mau ikut-ikut standar"
"loh memangnya kenapa"
"nanti kecapekan"
"kalau capek, ya istirahat"
"kalau capeknya enggak selesai-selesai gimana?"
"ya, berbaring saja"
"kalau malah makin penat gimana?"
"mungkin butuh rehat lebih lama"
in collaboration with: mario aditya
"kita bisa bahagia kan ya? meski tanpa mereka"
"bisa, tentu saja bisa"
"itu saja yang kutakutkan. takut enggak bisa bahagia lagi"
From the publisher's feed