I. Banten Girang: Pusat Peradaban Pra-Islam
Banten Girang, yang secara etimologi berarti "Banten Hulu" atau "Banten Jaya/Senang", adalah sebuah situs dataran tinggi kuno yang terletak sekitar 10 km di selatan pelabuhan Banten saat ini, di pinggiran Kota Serang. Situs ini diidentifikasi sebagai cikal bakal Banten dan merupakan peninggalan Kerajaan Sunda yang berdiri antara tahun 932 M dan 1579 M.
A. Lokasi dan Karakteristik Geografis
Banten Girang terletak di Kampung Talaya, Desa Sempu, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Lokasinya strategis di pedalaman, terhubung dengan laut melalui Sungai Cibanten yang bersumber dari kaki Gunung Karang. Sungai ini berperan sebagai jalur transportasi vital yang menghubungkan wilayah pesisir dengan pedalaman.
B. Peninggalan Arkeologi dan Keagamaan
Candi Hindu dan Arca: Di Museum Nasional Indonesia terdapat sejumlah arca yang disebut "arca Caringin," ditemukan di Cipanas, dekat kawah Gunung Pulosari. Arca-arca ini, yang terdiri dari Siwa Mahadewa, Durga, Batara Guru, Ganesha, dan Brahma, memiliki corak mirip patung Jawa Tengah abad ke-10, menunjukkan keberadaan Hindu yang kuat.
Gunung Pulosari: Diperkirakan sebagai tempat keramat kerajaan Sunda. Hubungan antara Banten Girang dan Gunung Pulosari sangat sakral dan berkaitan dengan keagamaan pra-Islam.
Goa Buatan: Terdapat gua buatan yang dipahat di jurang tepi Sungai Cibanten, dengan dua pintu masuk dan tiga ruangan di dalamnya. Goa ini diyakini berfungsi sebagai tempat tinggal, perlindungan, dan tempat pertapaan.
Makam Ki Jongjo (Ki Mas Jong dan Ki Mas Ju): Sebuah makam keramat di Banten Girang yang diyakini sebagai makam kakak beradik Ki Jong dan Agus Jo, yang disebut-sebut sebagai pemeluk Islam pertama di Banten. Fakta ini diperkuat oleh kronik Portugis yang menyebutkan Falatehan (Fatahillah) diterima oleh tokoh terkemuka di "Bintam" (Banten) yang kemudian masuk Islam.
Temuan Arkeologi Lainnya: Penggalian antara tahun 1988-1992 mengungkap temuan seperti keramik klasik, keramik lokal, pecahan prasasti, mata uang logam, sisa tulang hewan, batu-batuan, dan manik-manik, yang menunjukkan Banten Girang sebagai situs pemukiman atau perkotaan. Situs ini juga memiliki struktur pertahanan berupa parit dan dinding tanah.