
Sign up to save your podcasts
Or


Sejarah Nabi Muhammad Saw mengisahkan banyak teladan. Misalnya, dalam mencapai sesuatu, semuanya berproses, melalui perjuangan.
Meskipun sudah dijanjikan kemenangan oleh Tuhan, toh Nabi tetap berjuang. Nabi aja berjuang, masa kita enggak?!
Sosok Nabi Muhammad selain pekerja keras juga seorang ahli strategi yang sangat memahami bahwa dibutuhkan proses, perjuangan dalam mencapai sesuatu.
Terkait ini, saya teringat ujaran pidato Bung Karno pada moment peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun 1963. Kata Bung Karno:
"Nabi itu strateeg yang sebesar-besarnya, memakai taktik, mencapai suatu hal, mencapai kemenangan itu setapak demi setapak. Nah, lihat sejarah Nabi bagaimana, di Mekah berjuang. Terpaksa hijrah, ya hijrah, di Madinah berjuang. Kemudian harus kembali ke Mekah. Pendek kata, segala hal itu dengan taktik, dengan strategi, dengan jalan, kalau perlu setapak demi setapak".
Itu juga mungkin yang ditiru sahabat @fffikri dalam konteks berjuang menuntut ilmu hingga ke negeri Kanguru, dan berjuang dalam memenangkan hati belahan jiwanya.
"Semuanya butuh perjuangan!" Katanya di Gen @islamcintaid.co Podcast. 😁
Cakra Yudi Putra merupakan Gen Islam Cinta asal Jakarta. Bersama Gerakan Islam Cinta ia menulis sebuah buku serial Gen Islam Cinta yang terbit tahun 2018 berjudul "Rasul Pun Mau Ngobrol, Tentang Demokrasi dan Musyawarah dalam Islam".
Buku karyanya versi e-book menjadi salah satu yang paling banyak di download selama pandemi Covid-19. Setelah mondar mandir menjadi seorang akuntan, Cakra memilih terjun ke politik, dan sempat mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI bersama pesaingnya Tsamara Amani.
Di kalangan politisi nasional kiprah Cakra sebagai politisi cukup dikenal dengan sebutan Politisi Milenial, ia kerap tampil di acara-acara televisi. Cakra kini aktif menjadi salah satu tim Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial bersama Angkie Yudistia.
Di Gen Islam Cinta Podcast ini, Cakra akan berbagi kisahnya, menjalankan amanah orangtuanya agar dimanapun dapat menjadi orang yang bermanfaat.
#islamcinta #eddyaqdhiwijaya #indonesia #gerakanislamcinta #moderasiberagama #ayosebarkancinta #meyakinimenghargai
Panah cintaku telah sampai ke sasarannya.
Aku ada di rumah kasih,
Dan hatiku adalah tempat sembahyang.
Energi tertentu datang hanya jika kau terbakar.
Jika benar-benar merindukan keyakinan, duduklah dalam api!
Saat bahagia
Aku dan kau duduk di beranda.
Sepertinya dua, Sejatinya hanya satu jiwa.
Kau dan Aku.
Jangan biarkan mereka berpikir kita telah runtuh; atau pecah.
Kita hanya menggugurkan daun-daun.
Tuk musim semi berikutnya Aku bukan rambut ini.
Aku bukan kulit ini.
Aku adalah Jiwa yang bersemayam didalam.
Mereka menorehkan luka-luka di ragaku.
Kemudian, mereka menyerahkanku kepada seorang yang nafasnya diberkati.
Nafas hangatnya mengalir menyapu diriku dan pada akhirnya terbakarlah segalanya kecuali cinta.
Sebagaimana halnya wajah rupawan dapat terpantul di dalam cermin,
demikian pula indahnya kemurahan hatinya menolong orang-orang yang memerlukan
Tecermin pada orang-orang miskin dan sengsara.
Dengan demikian, orang-orang miskin adalah cermin cinta kasih dan kemurahan hati Ilahi.
Aku berada dalam penjara dunia ini
karena ditugaskan menuntun jiwa-jiwa yang tersesat.
Jika tidak, apa makna keberadaanku dan apa tujuan penahananku?
Mengapa aku harus terpenjara?
Aku tidak pernah mencuri milik orang? “aku mentah, aku dimasak, dan aku tebakar.”
Seandainya kujelaskan dunia internalmu sedikit saja, Engkau akan ketakutan;
Engkau bisa terbunuh oleh rasa takut;
Engkau mungkin akan terinjak seperti seekor tikus di hadapan seekor kucing
“Tuhanku! Jika hanya orang-orang saleh yang dapat mengharapkan belas kasihMu,
Kepada siapa lagi para pendosa akan meminta perlindungan?
From the publisher's feed