
Sign up to save your podcasts
Or


Biarkan dirimu diam-diam dihela oleh tarikan ajaib Apa yang benar-benar kau cintai.
Dia takkan menyesatkanmu
Jika kau belum pernah menjadi pecinta, anggap dirimu belum hidup.
Karena di hari perhitungan, semua itu tak akan dianggap.
Ketahuilah, pecinta tanpa cinta adalah ikan tanpa air, mati dan kering, meski kalau mereka adalah para perdana menteri.
Kita merasa, mengalirnya air kehidupan, di sini.
Kau dan Aku.
Di tengah taman sari dan burung-burung bernyanyi.
Sesiapa terpisah jauh dari sumbernya,
Rindukan masa ia bersatu.
Kepada setiap kumpulan,
ku luapkan deritaku Ku bergabung dengan yang malang dan senang.
Setiap orang merasa jadi kawanku.
Tapi tak seorang mau tahu rahasiaku.
Ku pergi ke Ka’bah di Makkah
Dia tak disana
Lalu ku jenguk dalam hatiku sendiri.
Disitu ku lihat diri-Nya. Disitu,
Tak di tempat lain.
Ingatlah Tuhan sebanyak-banyaknya hingga kau terlupakan
Biarkan Penyeru dan Yang diseru musnah dalam seruan
Api neraka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui apa itu,
Setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan sera dalam hasratmu
Bulan puasa telah datang
larangan raja mulai berlaku
jauhkan tanganmu dari makanan
hidangan rohani telah tersedia
Roh telah terbebas dari pengasingan dirinya
dan membekuk tangan tabiat
hati sesat telah kita taklukkan
dan pasukan iman telah sampai
Anjing para Penghuni Gua terbebaskan dari ketidakmurnian karena cinta
Ia didudukkan semeja dengan raja Anjing itu diberkati dengan minuman kasih sayang ilahiah
karena memilih untuk menunggu di pintu gua tanpa makanan
Bagaimana mungkin sebuah cermin dan timbangan menghentikan nafas mereka
(menyembunyikan kebenaran) karena takut menyakiti atau mempermalukan seseorang
Para penyihir berkata,
Hukuman yang dijatuhkan Fir’aun tidak mencelakai kami karena keagungan Allah jauh di atas segala kekejaman yang didatangkan oleh siapa pun Jika engkau akhirnya mengetahui rahasia kami
Hai orang yang tersesat,
Engkau akan melihat bahwa sebenarnya engkau telah melepaskan kami dari rasa sakit,
O manusia yang hatinya buta.
From the publisher's feed