Lajang bukan berarti tidak layak, dan bukan berarti mereka yang berkualitas sudah punya pasangan. Di era milenial seperti saat ini, banyak kaum muda-mudi di sibukkan dengan beragam dialektika kehidupan. Ada nih yang sibuk sama pekerjaan dan kehidupannya. Ada juga yang sibuk mengejar pendidikan di usia 20 tahunan, ada yang sibuk bekerja menafkahi keluarga atau membiayai pendidikan adik-adiknya, ada pula yang Hany fokus pacaran saja.
Ada pula mereka yang memutuskan menikah dibawah 25 tahunan namun kemudian bercerai. Itu juga tidak membuat mereka menjadi seseorang yang tidak layak, bukan?
Jadi, setiap orang punya jalan dan prioritasnya masing-masing, dan itu bukanlah masalah salam kehidupan ini sebab hidup akan tetap berjalan dengan semua kejadiannya.