Pdt. Agus Gunawan | Yoh 15:1-8,16 | Tuhan menghendaki buah yang nyata dari hidup kekristenan kita. Buah yang nyata dari gereja dan orang percaya. Kalau kita periksa lebih dalam, memang seringkali kita melihat buahnya tidak ada. Gereja dan orang percaya tidak menghasilkan buah yang nyata. Itu sebabnya ada kekecewaan demi kekecewaan di luar sana terhadap gereja dan kekristenan. Banyak di antara kita bermimpi bahwa kita sudah betul-betul berbuah. Lagu-lagu yang kita nyanyikan, kata-kata yang kita ucapkan berbicara mengenai menghasilkan sesuatu, memuliakan Tuhan, berbuah dan menjadi terang tetapi kalau kita lihat dan kita coba periksa, apakah kita sudah betul-betul sampai ke arah sana? Kalau yang namanya berhasil, tentunya paling sedikit dapat dibuktikan secara obyektif, ada di depan mata kita dan bukan berdasarkan impian yang subyektif. Kalau kita mengklaim bahwa gereja atau orang Kristen itu berbuah maka mestinya ada sesuatu yang bisa dibuktikan, yang tidak bisa dilawan atau disangkal oleh orang lain kerena di dalam dirinya ada kebenaran. Kita dapat memperhatikan kisah Daniel dalam masa 4 kerajaan, dia dipakai terus menerus karena tidak ada orang yang bisa melampauinya dan Alkitab mengatakan dia tidak bisa dilawan.