
Sign up to save your podcasts
Or


Good News People, tahukah anda jika orang yang dalam karunia itu tidak sombong.
Kesadaran akan waktu yang terbatas itu akan membuat fokus pada hal-hal yang utama dalam hidup kita.
Adalah berbahaya jika kita terlalu sibuk sampai kita tidak ada waktu untuk berdiam diri kepada Tuhan.
Banyak orang melakukan pelayanan rohani tapi dengan prioritas yang salah. Padahal yang teruma dalam hidup ini adalah kasihilah sesamamu manusia
Setiap pemberian adalah bertujuan untuk Kemuliaan Allah.
Dalam Ibrani 10:35-39 disebutkan bahwa "... sebab kamu memerlukan ketekunan". Ketekukan merupakan keharusan yang kita hadapi dalam kehidupan ini.
Setelah kita menerima janji Tuhan semuanya pasti dapat diperoleh hanya ketika menjalani hidup dalam ketekunan.
Ketekunan itu berbicara tentang kehidupan. Ternyata ini merupakan sesuatuyang mutlak yang dijalani bagi setiap orang percaya.
Ketekunan adalah sesuatu yang penting sampai kedatanganNya kali yang kedua.
Tanpa ketekunan kita tidak akan menerima janji itu.
Orang yang bertekun pasti orang yang sabar
Orang yang bertekun pasti orang yang setia.
Jadi ada tiga sisi kehidupan yang memimpin kita pada penggenapan Janji Allah, yaitu Ketekunan, Kesabaran dan Kesetiaan.
Memiliki ketekunan itu memiliki tujuan hidup yang pasti, hal ini menjadikan kita orang yang rajin.
Ketekunan merupakan kekuatan iman bahkan manivestasi dari iman.
Ketekukan merupakan proses kehidupan.
Kesetiaan Allah adalah sumber pengharapan kita. Firman Tuhan kali ini terambil dari Ratapan 3:18-33. Dari ayat tersebut menceritakan tentang janji Tuhan. Pada ayat 18 menggambarkan kita manusia mengalami keraguan dan masalah. Namun, orang percaya mengalami kesedihan tetapi tidak kehilangan harapan.
Pada ayat 18 kemudian melompat pada ayat 20 menunjukkan Tuhan memberikan kesadaran penuh namun respon natural kita adalah hanya menyadari hal yang menimpa kita.
Namun pada ayat 20-21 memberikan kesimpulan bila berfokus pada masalah, membuat respon kita bisa takut, kecewa, sedih dan sebagainya. Namun, dalam Roma 5:5 menguatkan kita oleh sebab karunia darikematian Allah bagi kita, kita perlu menyadari dikaruniakan-Nya Roh Kudus ke dalam hati kita. Sehingga, dalam masalah kita, kita dapat merespon dengan benar dan berharap pada sesuatu yang tidak mengecewakan.
Good News People dan sebaya muda, tahukah kalian jika ternyata orangtua kita itu merupakan sosok yang paling berjasa yang menuntun generasi muda untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat dengan prosentase 73,1%. Itu artinya, betapa pentingnya keluarga sebagai support system.
Tapi ironisnya, ternyata hanya 23% orangtua yang dianggap baik dalam membimbing spiritual anak-anak mereka.
Good News People dan sebaya muda, kalian pasti pernah mendengar sebuah pernyataan, jika satu orang bertobat maka seisi rumah dan keluarga diselamatkan. Pernyataan ini muncul pemahaman keliru, yang seoalah jika satu orang percaya Tuhan Yesus maka semua anggota keluarga akan selamat. Yang perlu kita pelajari disini adalah iman adalah tanggung jawab pribadi lepas pribadi.
Good News People, di dalam masyarakat yang kuat terdiri dari keluarga yang kuat.
Keluarga itu bagaikan sel-sel dalam tubuh kita, kalau sel-sel semuanya baik maka masyarakat pun menjadi baik. Maka bagus sekali jika membangun keluarga dalam penyertaan Tuhan.
Lantas bagaimana menjadi anggota keluarga yang double sukses? Jawabnya dapat kita pejaridari seseorang yang sukses di usia 30 tahun dan menjadi Perdana Menteri di Mesir, Yusuf.
Good News People, bencana yang terjadi saat ini adalah karena kemajuan teknologi meski tidak semua penjuru dunia menikmati.
Fasilitas kehidupan untuk masuk kehidupam yang Kekal telah disediakan, tinggal bagaimana kita memanfaatkan. Maka diperlukannya hidup penuh ucapan syukur dan beribadah dengan hati yang bersunguh-sungguh.
Oleh karena itu hiduplah sebagai manusia baru. Dan hal itu dimulai dari hati kita karena dengan hati orang percaya. Manusia melihat dengan mata tetapi Tuhan melihat hati.
Demikan Tuhan tidak menghendaki ibadah saja tapi ibadah juga dengan kesungguhan hati.
Kita diberkati untuk menjadi berkat dan nama Tuhan yang dimuliakan.
Good News People, apa yang harus kita lakukan sebagai manusia baru, yang telah mendapat penebusan dari Tuhan? Seperti yang dipertanyakan oleh Nikodemus, dan dia mendapat jawaban, bahwa ia harus dilahirkan baru.
Dalam Yohanes 3:5, Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. “
Hidup sebagai manusia baru, total meninggalkan cara hidup yang lama.
Hidup manusia baru adalah hidup bagi Allah!
Good News People, setiap insan pasti merindukan keluarga yang bahagia, sementara disatu sisi banyak sekali keluarga-keluarga yang menjadi rusak.
Hubungan suami dengan istri atau orangtua dengan anak banyak yang telah dirusak oleh Iblis.
Di era saat ini nilai-nilai esensi keluarga benar-benar kacau, hal ini tentu saja tak lepas dari pengaruh film-film, sinetron dan paltform-platform digital yang merajalela.
Jika kita tidak menyadari hal ini maka jangan heran jika keluarga akan terombang-ambinkan.
Good News People dan sebaya muda, Di dalam keluarga, pastinya ada kedamaian dan kenyamanan, karena keluarga adalah tempat untuk berbagi cerita, tempat untuk pulang dan bertumbuh bersama.
Tapi bukan tidak mungkin jika dalam realitanya konflik antara anak dengan orangtua bisa saja terjadi. Sebenarnya konflik kecil dalam keluarga adalah hal yang biasa. Setiap anggota keluarga pasti memiliki pendapat yang berbeda, dan perbedaan pendapat ini bisa jadi salah satu penyebab konflik dalam keluarga. Namun, sebagai anak-anak Terang tentunya kalian akan senantiasa memmbawa cahaya itu dalam kehidupan keluarga kalian.
From the publisher's feed