
Sign up to save your podcasts
Or


Allah memiliki rencana keselamatan bagi umat manusia.
Sebagaimana kita ketahui melalui Lukas 2:8-15 bahwa Malaikat Tuhan telah menampakkan diri dan berbicara kepada para gembala di padang.
Kenapa harus kepada para gembala? Sebagaimana kita tahu bahwa gembala merupakan pekerjaan yang biasa. Mereka bukan dari golongan ahli taurat maupun orang terhormat, tapi kemuliaan Tuhan menjumpai mereka! Itu artinya jika berita atau kabar baik ini tidak melihat status ekonomi dan pendidikan untuk seluruh lapisan masyarakat.
Merupakan sukacita besar jika saat ini kita dapat merayakan Natal. Satu pengharapan lahir bagi umat manusia, karena lahirnya Sang Juruselamat merupakan tanda bahwa Allah itu ada.
Natal adalah peristiwa rohani dan kasih karunia yang menjadikan umat manusia memiliki pengharapan.
Apapun yang Dia kerjakan dibawah kolong langit ini adalah untuk kemuliaanNya.
Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa berita kelahiran Yesus pertama kali disampaikan Malaikat pertama kali kepada para gembala? Tidak lain karena Tuhan tahu bahwa para gembala ini tidak mementingkan dirinya melainkan lebih fokus pada keinginan domba-dombanya. Dan domba-domba itu mendengarkan suara gembalnya.
Tuhan kita adalah Allah yang pencemburu sehingga Dia tidak suka jika kita mendua hati.
God Jealous berbeda dengan World Jealous.
Kecemburuan Allah muncul disebabkan karena manusia tidak setia dan menjadi sahabat dunia.
Sebenarnya sikap cemburu Allah ini sudah ada sejak jaman Perjanjian Lama.
Berbeda dengan kecemburuan manusia yang menyebabkan perpisahan, kecemburuan Allah justru tidak menghasilkan perpisahan.
Kecemburuan Tuhan bisa jadi menjadi yang jarang dibicarakan dalam kotbah.
Sesungguhnya kecemburuan Tuhan memagari kita untuk tidak menjadi musuh Allah yaitu agar tidak bersikap congkak.
Mungkin belakangan ini kita sering berdoa untuk menyaksikan pertolongan Tuhan dan mengalami mujizat Tuhan yang ajaib. Namun ketika doa tersebut belum dijawab kita menjadi frustasi dan menyerah.
Jangan pernah kehilangan pengharapan dalam Tuhan, kita harus memiliki pengharapan yang teguh dalam Yesus Kristus.
Di dunia ini ada banyak pengharapan-pengharapan yang palsu tetapi pengharapan di dalam Tuhan adalah pengharapan yang pasti.
Hari-hari ini kita banyak mendengar berita yang terjadi diluar sana, dimana semua itu akhirnya mempengaruhi kehidupan kita. Tetapi iman percaya kita harus dibangun dengan tetap berharap kepada Tuhan, sekalipun tidak ada dasar untuk berharap. Oleh karena itu tiga pilar Kekristenan (Iman, Pengharapan dan Kasih) harus benar-benar kita hidupi dalam segala situasi.
Natal bukan sekedar perayaan namun itu adalah wujud pernyataan syukur kita kepada Allah yang telah memberikan PutraNya yang tunggal supaya yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Dalam kehidupan kita bisa saja kita sendiri dipojokkan tetapi tetaplah berharap Tuhan. Justru dalam kondisi tersebut mulailah bertumbuh dan menghasilkan buah.
Dari keempat Injil dalam Alkitab (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) hanya Injil Yohanes yang memulai tulisannya yang tidak memaparkan fakta historis tentang kelahiran Tuhan Yesus, namun lebih pada kacamata kekekalan Allah yaitu Keilahian Yesus.
Yohanes ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Dia mengosongkan diri menjadi manusia suapaya Dia merasakan apa yang kita alami saat ini.
Baru-baru ini sebuah risert mengatakan jika orang Kristen khususnya di Indonesia mudah untuk berubah. Maksudnya mereka mengaku percaya namun untuk ketaatan sangat diragukan. Jadi mereka tergantung dengan suasana hati.
Sebagai orang percaya pasti ada konsekuensi logisnya yang yang dimulai dengan ketaatan. Tanpa ketaatan kita tidak layak disebut sebagai orang percaya.
Kata pengharapan jika merujuk pada KBBI adalah sesuatu yang diinginkan supaya menjadi kenyataan.
Berharap itu tidak memiliki dasar, sedangkan pengharapan dasarnya jelas dan tinggal menunggu waktunya saja.
Kita sebagai orang percaya memiliki pengharapan yaitu didalam Kristus. Dunia tidak semakin baik tetapi sebagai orang percaya kita meletakkan pengharapan di dalam Yesus. Sebab pengharapan didalam Yesus tidak akan mengecewakan. Pengharapan di dalam Tuhan membuat kita kuat dan optimis dalam kehidupan ini serta ada jaminan keselamatan bagi kita.
Dikatakan jika Yesus adalah Juruselamat yang tuntas, kenapa karena Ia menjadi penebus masa lalu kita. Melalui peringatan Natal tahun ini Firman Tuhan akan mengajak kita belajar mengenai silsilah Tuhan Yesus Kristus yang notabene mereka memiliki kehidupan yang cacat.
Sebagai orang percaya, Tuhan tidak hanya mau kita diselamatkan tapi Tuhan juga mau kita melayani.
Namun seiring berjalannya waktu maka pelayanan kita harus menjadi berkenan dihadapan Tuhan.
Jika membaca dalam Alkitab kisah mengenai Maria dan Martha, betapa Tuhan Yesus memberi perhatianNya kepada Maria yang begitu mendengarkan perkataanNya. Sebenarnya apa yang dilakukan Martha tidak salah, ia memberikan pelayanan yang baik bagi Tuhan.
Sama halnya yang terjadi dengan kita, betapa kita bisa sibuk melayani dengan sepenuh hati, tetapi justru kita kehilangan moment kesempatan untuk mendengarkan Firman Tuhan.
From the publisher's feed