Kita perlu membaca situasi dengan menggunakan kacamata rohani.
Waktu yang kita jalani seharusnya kita jalani dalam waktu Tuhan.
Waktu Tuhan bukan waktu kita. Waktu yang Tuhan sediakan ternyata mengalami pembaruan-pembaruan.
Dalam waktu yang berjalan kesempurnaan digenapi.
Kita perlu instropeksi, apakah perjalanan yang kita jalani sepanjang tahun ini apakah waktu kita atau dalam waktu Tuhan?
Waktu adalah perjalanan hidup manusia. Ada awal ada akhir, ada kelahiran ada kematian. Kita hidup memasuki dua pintu, yaitu pintu pertama adalah kelahiran dan pintu kedua adalah kematian semuanya tanpa membawa apa-apa. Itu artinya diantar kedua pintu itulah yang terpenting, yaitu kita harus hidup sesuai dengan rencana Tuhan.
Akan tetapi bukan saja waktu yang mengalami perubahan tapi manusia pun juga harus mengalami perubahan.
Berubahlah agar tidak serupa dengan dunia.
Tinggalkan sifat kekanakan, tinggalkan hidup dalam keinginan, bergeserlah kepada kebutuhan yaitu hidup dalam skala prioritas.